Berusaha Memahami Makna al-Qur’an

22 Disember 2012 § Tinggalkan komen


Berusaha Memahami Makna al-Qur’an

~ iaitu dengan merujuk kitab tafsir yang menitik-beratkan sisi penjelasan makna, selain juga mempelajari kedalaman bahasa, I’rab atau masalah fiqh. Di antara tafsir yang terbaik adalah Tafsir Ibn Kathir dan Tafsir As-Sa’di. (Nikmatnya Membaca al-Qur’an ~ Dr. Said Abdul Adhim, hlm. 77)

~ aspek balaghah yang terbaik menurut Syeikh Ibn Uthaimin rhm adalah Tafsir Zamakhsyari. Hanya sahaja tafsir ini mengundang bencana dari aspek akidah kerana padanya takwilan-takwilan akidah muktazilah. (Syarh Hilyah)

~ dari aspek i’rab ~ Syeikh Muqbil Hadi al-Wad’i rhm pernah mencadangkan Tafsir Fathul Qadir karyan Imam Syaukani.

~ dari aspek fiqh ~ aku tidak tahu yang lebih besar manfaatnya berbanding Tafsir al-Qurtubi.

Kredit kepada rakan FB: Marzuki Abdullah. Jazakallahikhair

Tafsir al-Aisar : Sinopsis

2 April 2011 § 2 Komen


Tafsir Al Quran ditulis untuk menjelaskan makna dan maksud ayat didalamnya sehingga kaum muslimin dapat mengambil pelajarannya darinya. Inilah adalah satu satu kitab tafsir di dalam dunia Islam dari sekian banyak buku-buku tafsir yang ada.
Ditulis seorang ulama dari Madinah, Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi- hafidhahullah-, yang berupaya menafsirkan Al Quran sesuai pemahaman Salafush Shalih, suatu kitab tafsir yang diharapkan memudahkan kaum muslimin dalam memahami ayat-ayat yang terkandung dalam Al Qur’an.
Disusun dengan metode khusus:
  1. Mmenjelaskan arti kata per kata dari ayat secara literal
  2. Menafsirkan ayat secara global dengan menghubungkan ayat satu dengan ayat lainnya, dan dengan hadits Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , perkataan para Shohabat -rodliallohu anhu- dan kata-kata hikmah.
  3. Diakhiri untuk setiap ayat -ayat penafsiran dengan pelajaran-pelajaran yang dapat diambil dari ayat tersebut.

Diantara keistimewaan Kitab Tafsir ini :

  1. berukuran sedang, Tidak terlalu ringkas yang dapat mengurangi pemahaman dan tidak terlalu panjang sampai berkesan membosankan.
  2. Mengikuti manhaj Salaf dalam masalah Akidah, Asma’ dan  Shifat
  3. Konsisten untuk tidak keluar dari empat madzab dalam masalah-masalah fiqih
  4. Bersih dari tafsir Israilliyat, baik yang shahih mapun yang lemah, kecuali yang menjadi tuntunan pemahaman ayat, dan memang diperbolehkan untuk meriwayatkannya.
  5. Mengesampingkan perbedaan-perbedaan pendapat dalam penafsiran
  6. Mengikuti pendapat yang dikuatkan oleh Al Imam Al Mufasir Ibnu Jarir Ath Thabari -rahimahullah- dalam kitab tafsirnya, jika terdapat perbedaan penafsiran oleh para ulama tafsir.
  7. Menjauhkan tafsir ini dari masalah-masalah tata bahasa, balaghah, dan bentuk-bentuk argumen bahasa.
  8. Tidak menyinggung qiroat kecuali hanya pada ayat-ayat tertentu dan memang perlu
  9. Mencukupkan pada hadits shahih dan hasan saja.
  10. Tafsir ini tidak memaparkan banyaknya perbedaan penafsiran, naun berkomitmen dengan makna yang rajih/kuat, yang banyak dipakai oleh para mufassirin dari kalangan Salafush Shalih, dengan tujuan untuk menyatukan muslimin dalam satu pemikiran Islam yang terpadu, benar dan lurus.
  11. Memudahkan muslimin untuk memepalajari dan mengamalkan Al Qur’an dan menjauhkan dari pengamalan yang sekedar wacana dan perdebatan.

dipetik dari laman Maktabah Al-Aisar.

Harga Jualan : RM 650.00

Diskaun 10%

Harga Selepas Diskaun : RM 595.00

Kos bungkusan dan penghantaran : PERCUMA untuk Semenanjung Malaysia

Untuk maklumat detil tulis emel kepada kami di riduankhairi.enterprise@gmail.com

Tafsir Al-Aisar : Pengantar Penerbit

2 April 2011 § Tinggalkan komen


PENGANTAR PENERBIT

Segala puji bagi Allah Ta’ala, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah Ta’ala dari kejahatan diri kami dan kejelekan amalan-amalan kami. Barangsiap yang Allah beri petuniuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad shallallahu Alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul-Nya.

‘Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kanu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)

‘Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterimu; dan daripada keduanya Allah memperkembang-biakkan laki- laki dan perempuan yang  banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisaa': 1″)

“Hai orang-orang yang beriman, berlakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnla ia telah nendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 70-71)

Amma ba’du,

“Sesungguhnya sebenar-benar perkatano ialah Kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (dalan agama), setiap yang diada-adakan (dalan agana) adalah bid’ah, setiap bid’ah ita sesat, dan setiap kesesatan itu tempatnya di neraka.”

Kebutuhan umat Islam dalam hal memahami Al-Qur’an Al-Karim merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat terhindarkan selama dalam hidupnya, karena Kitabullah sebagai pedoman hidup manusia disamping As-Sunnah Nabawiyah. Memahami Al-Qur’an lalu diamalkan adarah perintah agama, namun dalam memahami kitabullah ini diharuskan berpegang kepada kaedah-kaedah penafsiran baku yang ditetapkan oleh Shalafus shalih. Dalam masyatakat muslim, terdapatnya sekelompok kaum muslimin dalam menafsirkan Al-Qur’an, mereka mendahulukan akal (rasio) dari pada nash-nash yang shahih. Jika ayat- avat Al-Qur’an atau pun As-Sunnah bellawanan dengan akal, maka didahulukan akal dari pada ayat-ayat Al-Qur’an.

Penafsiran al-Qur’an yang bersandar pada akal dari pada nash-nash shahih sudah merambah luas pada era sekarang, disamping penafsiran Al-Qur’an lainnya yang tidak berpijak pada manhaj Ahlus Sunnah. Kita membutuhkan tafsir Al-Qur’an Al-Karim yang sesuai dengan manhaj Ahlus Sunnah, suatu tafsir yang diridha’i oleh Allah dan Rasul-Nya. Buku yang ada di hadapan para pembaca sekarang adalah terjemahan dari tafsir Al-Qur’an Al-Karim ditulis oleh Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi. Tafsir ini mcnghimpun metode penafsiran bil-maktsur yaitu menafsirkan ayat dengan ayat, lalu dengan hadits-hadits nabawi dan atsar-atsar Shahabat.

Sebagaimana namaya Al-Aisar (termudah), yaitu tafsir Al- Qur’an yang mempunvai sistematis penafsiran-penafsiran tersendiri, menjelaskan makna kata per kata secara literal dan diakhiri dalam setiap penafsirannya dengan pelajaran-pelajaran (fawaid) yang dapat diambil dari ayat tersebut. Itulah vang menjadi pertimbangan kami untuk menerbitkannya, yaitu suatu buku tafsir yang mudah dipahami dan pelajaran-pelajaran ataupun manfaat ilmu untuk setiap alat Al-Qur’an dapat dengan mudah dipahaminya. Harapan kami, semoga buku tafsir Al-Qur’an ini bermantaat. Segala tegur sapa dari para pembaca akan kami sambut dengan baik demi kebenaran dan mencari keridhaan Allaah Ta’ala. Aminn….

PENERBIT DARUS SUNNAH

Harga Jualan : RM 650.00

Diskaun 10%

Harga Selepas Diskaun : RM 595.00

Kos bungkusan dan penghantaran : PERCUMA untuk Semenanjung Malaysia

Untuk maklumat detil tulis emel kepada kami di riduankhairi.enterprise@gmail.com

Tafsir As-Sa’di : Komentar Syaikh Muhammad Bin Salih al-Uthaimin

27 Oktober 2010 § 1 Komen


KATA PENGANTAR,

SYAIKH MUHAMMAD BIN SHALIH AL-UTSAIMIN

Segala puji hanya milik Allah Rabb sekalian alam, shalawat dan salam atas Nabi kita Muhammad, para keluarganya, para sahabatnya dan orang-oran g y angmengikutinya dengan baik hingga akhir zaman.

Amma ba’du, sesungguhnya tafsir Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di berjudul “Taisir al-Karim ar-Rahman Fi Tafsir Kalam al-Mannin”, adalah sebaik-baik tafsir, karena memiliki keistimewaan yang banyak; di antaranya adalah gaya bahasa yang sederhana dan jelas yang dapat langsung dimengerti oleh orang yang berilmu maupun yang bodoh. Keistimewaan lainnya adalah menghindari kalimat-kalimat sisipan dan bertele-tele yang tidak ada manfaatnya kecuali hanya akan membuang-buang waktu pembaca dan membingungkan pikirannya. Yang lainnya adalah menghindari penyebutan perseilsihan pendapat kecuali perselisihan dasar yang harus disebutkan, dan yang terakhir ini adalah untuk keistimewaan yang paling penting bagi pembaca budiman hingga pemahamarrrya hanya terfokus pada satu hal saja.

Keistimewaan lain adalah berjalan di atas manhaj salaf pada ayat-ayat sifat yang tidak ada penyimpanan dan tidak ada takwil yang bertentangan dengan maksud Allah dalam firmanNya, dan itulah patokan dalam pengukuhan akidah.

Keistimewaan lain adalah keterincian pengambilan kesimpulan yang ditunjukkan oleh ayat-ayat berupa faedah, hukum-hukum dan hikmah-hikmahnya,hal ini sangatlah nampak jelas dalam beberapa ayat, seperti ayat wudhu dalam surat al-Maidah, di mana ia mengambil kesimpulan darinya sebanyak lima puluh hikmah, sebagaimana juga dalam kisah Daud dan Sulaiman dalam surat Shad.

Di antara keistimewaannya adalah bahwasanya buku ini adalah buku tafsir dan panduan pendidikan terhadap akhlak-akhlak yang luhur, di mana hai itu nampak jelas pada tafsir suatu ayat dalam surat a1-A’raf,

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Al-A’raf: 199).

Untuk itu saya memberi saran kepada orang-orang yang hendak memiliki buku tafsir agar tidak ketinggalan untuk mengoleksi perpustakaannya dengan buku tafsir yang indah ini.

Dan saya memohon kepada Allah agar memberikan manfaat dengannya kepada penulisnya dan pembacanya, karena sesungguhnya Dia-lah Dzat Yang Mulia dan Dermawan, serta shalawat dan salam kepada Nabi kitaMuhammad  para keluarganya, para sahabatnya serta orang-orang yang mengikutinya dengan baik.

Ditulis oteh Muhammad Shalih al-Utsaimin

Tanggal, 22-3-1421 H.

Sumber : Terjemahan Tafsir As-Sa’di (jilid 1). Pustaka Sahifa 2007.

Tafsir As-Sa’di : Komentar Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Aqil

27 Oktober 2010 § Tinggalkan komen


KATA PENGANTAR

SYAIKH ABDULLAH BIN ABDUL AZIZ BIN AQIL

Segala puji milik Allah  semata, kemudian setelah itu; sesungguhnhya Syaikh Sa’d bin Fawwaz ash-Shamil telah memperlihatkan kepada saya beberapa contoh dari Tafsir Syaikh kita, al-Allamah Abdurrahman as-Sa’di, dan beliau mengutarakan tekadnya yang kuat untuk menerbitkan kembali buku tersebut setelah beliau  mendapatkan naskah asli tulisan tangan yang telah diperbaiki, dan beliau berjanji untuk berusaha meneliti dan mengoreksi asalnya, serta membuatnya dengan karakteristik sebagaimana yang telah dikarangoleh penulisnya tanpa ada perubahan yang dapat menjadi cacat karenanya dengan memperhatikan penggunaan tanda baca dan mentakhtrij hadits-hadits serta memperbaiki apa yang terlewatkan pada cetakan-cetakan sebelumnya, maka saya sangat menghargai sekali kehendak yang berkah ini, dan saya mendoakan baginya bimbingan dan pertolonganNya.

Pada dasarnya Allah  telah menganugerahkan kepada tafsir ini penerimaan kaum muslimin terhadapnya, bahkan disiarkan melalui program siaran al-Qur’an al-Karim dua kali setiap harinya di Kerajaan Arab Saudi, dan juga dibacakan kepada jamaah shalat

masjid-masjid., serta diajarkan pada halaqah-halaqah beberapa  syaikh. Sesungguhnya buku ini telah dicetak dengan beberapa cetakan, akan tetapi sangat disayangkan sekali cetakan-cetakan tersebut tidak luput dari kesalahan-kesalahan, dan di antaranya disebabkan dari tindakan para pemberi komentar.

Tafsir yang satu ini termasuk tafsir yang paling berguna dan yang paling mudah dimengerti karena gaya bahasanya yang mudah, struktur yang sederhana, dan makna yang jelas, terlepas dari keruwetan, cerita-cerita riwayat Ahl al-Kitab (Israiliyat) dan permasalahan-permasalahan i’rab serta penyebutan perselisihan. Dan yang paling penting adalah benar dalam menafsirkan ayat-ayat sifat, dimana penulisnya menafsirkan ayat-ayat tersebut menurut metode salaf, di samping adanya kesimpulan-kesimpulan yang sangat terpercaya, serta mengungkapkan faedah-faedah yang diambil dari setiap ayat yang dilewatinya pada posisinya masing-masing tanpa memalingkan pada posisi yang lainnya.

Dan cukuplah bagi anda apa yang diarahkannya berupa akhlak Islam yang terpuji, hikmah-hikmah kenabian dan adab-adab sesuai syariat, semua itu beliau kemas dalam gaya bahasa yang mudah lagi jelas, yang dapat dipahami langsung oleh seluruh masyarakat dan berguna bagi para penuntut ilmu. Di mana pada hakikatnya buku itu sangatlah mudah dan enak dibaca, dan saya terus akan berharap dan berdoa kepada Allah agar memudahkan bagi buku tafsir ini orang-orang yang mampu menerjemahkannya ke dalam salah satu bahasa-bahasa asing apalagi bahasa Inggris, dan semoga saja Allah memberikan manfaat di negeri sana karena merupakankan ajakan yang paling jitu kepada agama Islam, dan dengan Allahlah segala bimbingan.

Abdullah bin Abdul Aziz bin Aqil

Dengan memuji Allah dan shalawat serta salam atas Nabi kita

Muhammad, para keluarga dan para sahabatnya semua

Mantan Ketua al-Hai’ah ad-Daimah pada Majlis al-Qadha al-A’la

Sumber : Terjemahan Tafsir As-Sa’di (Jilid 1), Pustaka Sahifa 2007

Syaikh Abdurrahman Nasir As-Sa’di (1889-1956)

22 Oktober 2010 § 2 Komen


Beliau adalah seorang ulama terkemuka Syaikh Abdurahman Bin Nashir Bin Abdullah Alu Sa’di. Lahir di kota Unaizah, Gasim, sebuah daerah di Nejd, Arab Saudi. Kedua orang tuanya telah wafat semasa beliau masih kecil. Beliau dikurnia kecerdasan dan daya tangkap yang tinggi serta minat besar untuk menuntut ilmu. Beliau menghafal qur’an sejak dini dan mengkhatamkan hafalannya dengan baik pada usia 12 tahun. Setelah itu beliau memulai menuntut ilmu-ilmu syar’i yang lain. Beliau menimba ilmu dari para ulama-ulama lain yang masuk kesana. Ia curahkan tenaga untuk menuntut ilmu sampai meraih berbagai ilmu dan pengetahuan yang sangat memadai.

Pada usia 23 tahun, dalam berdedikasi kepada ilmu, beliau memulai memadukan antara belajar dan mengajar, mencari dan memberi. Beliau isi seluruh waktu semasa hidup beliau untuk aktivitas itu. Banyak penuntut ilmu, siswa, mahasiswa, dan ulama yang menimba ilmu dari beliau.

Diantara guru-guru beliau:

  1. Syaikh Ibrahim bin Hamd bin Jasir, yang merupakan guru pertama dimana beliau mengkaji ilmu kepadanya.
  2. Syaikh Shalih Bin Utsman, qadhi (hakim) di kota Unaizah. Beliau menimba ilmu darinnya ilmu Fiqh, Ushulul Fiqh, Aqidah Tauhid, Tafsir, Al Qawaid (Gramatika Arab) dan Al Balaghah (dasar-dasar sastra Arab). Beliau menuntut ilmu dan terus mendampinginya (Syaikh Utsman) hingga wafat.
  3. Syaikh Muhammad Amin Asy Syanqiti yang tinggal di Hijaz. Beliau merupakan pengarang Tafsir Adhwaul Bayan.

Syaikh Abdurahman Bin Nashir As Sa’di ini berpengetauan matang tentang fiqh dan ushulul fiqh, dan berwawasan luas tentang Tauhid dan ilmu-ilmu syar’i lainnya. Hal itu karena beliau banyak meluangkan waktu dan mengkaji literatur-literatur standar dan menaruh perhatian khusus pada karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qoyyim.

Disamping itu beliau sangat menaruh perhatian yang tinggi kepada tafsir di segala jenisnya. Beliau telaah semua itu hingga dapat menguasainya dengan baik, sampai akhirnya beliau pun berandil besar dalam bidang tafsir ini. Diantara karya belian di bidang ini adalah:

  1. Taisirul Karimir Rahman fi Tafsiri Kalamil Manan (8 juz). Kitab tafsir ini sedang diterjemah ke dalam bahasa Indonesia oleh Pustaka Sahifa.
  2. Taisirul Lathifil Mannan fi Khulasati Tafsiril Qur’an.
  3. Al Qawa’idul Hisan li Tafsirl Qur’an

Diantara karya beliau yang lain yang sangat baik untuk dimiliki dan dikaji:

  1. Al Irsyad ila Ma’rifatil Ahkam.
  2. Ar Riyadh An Nadhirah.
  3. Bahjatu Qulubil Abrar.
  4. Manhajus Salikin wa Tawdhihil Fiqh fiddin.
  5. Hukmu Syurbid Dukhan wa Ba’i’ihi wa Syira’ihi.
  6. Al Fatawa As Sa’diyah
  7. 3 Kumpulan Khutbah.
  8. Al Haqqul Wadhihul Mubin bi Syarhi Tauhidil Anbiya’ wal Mursalin
  9. Tawdhihul Kafiyati Syafiyah Syarh Nunniyati Ibnul Qayyim

Beliau memeiliki karya-karya ilmiah di bidang Fiqh, Aqidah (Tauhid), Hadits, Ushul Fiqh, dan artikel-artikel tentang pembinaan masyarakat seta fatwa-fatwa tentang berbagai masalah.

Anak Murid

  1. Syaikh Muhammad bin Soleh al-Uthaimin

Salah seorang murid Syaikh As Sa’di yang termasyhur adalah Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin. Syaikh Al Utsaimin belajar ilmu tauhid, tafsir, hadits, fiqih, ushul fiqh, ilmu waris, musthalah hadits, nahwu dan sarf.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin pernah memberikan sebuah testimoni tentang guru beliau, Syaikh As Sa’di,

Saya banyak sekali terpengaruh dengan metode beliau dalam mengajar dan menyampaikan ilmu, bagaimana mempermudah murid-murid beliau agar bisa memahami dengan beragam contoh dan makna-makna. Dan saya juga terpengaruh dengan akhlak beliau karena Asy Syaikh Abdurrahman rahimahullah adalah orang yang memiliki akhlak yang sangat mulia, beliau rahimahullah banyak sekali ilmu dan ibadahnya, beliau terkadang bersenda gurau dengan yang lebih muda, bermurah senyum dengan yang lebih tua. Dia adalah salah seorang yang kulihat paling baik akhlaknya.”

Demikianlah kesaksian Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin terhadap guru beliau Syaikh As Sa’di.

  1. Syaih Abdullah bin Abdul Aziz bin Aqil, salah seorang anggota Hai’ah Ad Daimah bi Majalisil Qadhail A’la – Komite Tetap dalam Mahkamah Agung Kerajaan Saudi Arabia.

Menjelang tutup usia, beliau menderita sakit berat dan mendadak yang merupakan isyarat bagi kedekatan ajal beliau. Dan berpulanglah beliau ke rahmat Allah pada malam Kamis 23 Jumadil Akhir 1376 Hijriyah di kota Unaizah. Beliau telah meninggalkan kesan dan kesedihan yang dalam di lubuk hati setiap orang yang mengenal beliau atau mendengar tentang beliau atau mengkaji karya-karya beliau. Semoga Allah merahmati beliau dengan rahmat-Nya yang luas dan mengkaruniakan manfaat bagi kita lewat ilmu dan karya-karya beliau. Amin.

Rujukan

1. Kitab Al Wasail Al Mufidah Lil Hayati As Sa’idah. Direktorat bidang Penerbitan dan Riset Ilmiyah Departemen Agama, Wakaf, dan Bimbingan Islam Arab Saudi – 1425 Hijriyah dengan beberapa penambahan Sumber : Ghuraba

Adhwa’ul Bayan : Pengenalan

11 Oktober 2010 § 1 Komen


Kitab terjemah tafsir Adwaul Bayan, sebuah kitab tafsir yang ditulis oleh Al Allamah Al Mufasir Syaikh Muhammad Amin Asy Syanqithi -rahimahullah-  salah satu ulama ahli tafsir abad ini dan guru dari sekian  banyak ulama Ahlus Sunnah zaman ini, Guru dari ; Bekas Mufti Kerajaan Arab Saudi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz –rahimahullah, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahullah- , Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan, dan banyak ulama lainnya yang mengambil manfaat ilmu dari beliau -rahimahullah- .

Kelebihan kitab tafsir ini diantaranya :

  1. Menjelaskan makna ayat Al Qur’an dengan ayat Al Qur’an (Qur’an bil Qur’an). Hal ini sesuai dengan kesepakan para ulama yang menyebutkan bahwa tafsir yang paling mulia dan utama adalah menafsirkan ayat-ayat Kitabullah dengan menggunakan (ayat-ayat lainnya) Kitabullah. Sebab, tidak ada seorangpun yang lebih tahu makna Kalamullah kecuali kecuali Allah Azza wa Jalla sendiri. Dalam kitab ini penulis berkomitmen untuk menjelaskan Al Qur’an kecuali dengan menggunakan qiroah sab’ah (7 cara membaca Al Qur’an).
  2. Menjelaskan hukum-hukum yang terkandung dalam semua ayat yang dijelaskan dalam kitab ini yang disandarkan kepada dalil-dalil shahih dari Sunnah Nabwiyyah dan pendapat para ulama , kemudian dipilihkan  pendapat yang terkuat tersebut tanpa rasa  fanatik madzab.
  3. Dilengkapi  penjelasan tambahan. seperti contohnya pembahasan tentang beberapa masalah kebahasaan (Lughah) dan hal-hal yang diperlukannya seperti sharaf (pembahasan tentang perubahan suatu kata) dan I’raab ( pembahasan tentang kedudukan kata dalam suatu kalimat), penyebutan syair-syair arab sebagai penguat serta analisis terhadap masalah-maslah yang dibutuhkan dalam menafsirkan sebuah ayat seperti masalah ushuliyah (yang pokok) dan Kalam (akidah) yang dilandasi sanad-sanad hadits.

Harga Jualan : RM 1200.00 (12 jilid)

Diskaun 10%

Harga Selepas Diskaun : RM 1080.00

Kos bungkusan dan penghantaran : PERCUMA untuk Semenanjung Malaysia

Untuk maklumat detil tulis emel kepada kami di riduankhairi.enterprise@gmail.com

Where Am I?

You are currently browsing the Tafsir Moden category at Kitab Tafsir Muktabar.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.