Tafsir al-Aisar : Sinopsis

2 April 2011 § 2 Komen


Tafsir Al Quran ditulis untuk menjelaskan makna dan maksud ayat didalamnya sehingga kaum muslimin dapat mengambil pelajarannya darinya. Inilah adalah satu satu kitab tafsir di dalam dunia Islam dari sekian banyak buku-buku tafsir yang ada.
Ditulis seorang ulama dari Madinah, Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi- hafidhahullah-, yang berupaya menafsirkan Al Quran sesuai pemahaman Salafush Shalih, suatu kitab tafsir yang diharapkan memudahkan kaum muslimin dalam memahami ayat-ayat yang terkandung dalam Al Qur’an.
Disusun dengan metode khusus:
  1. Mmenjelaskan arti kata per kata dari ayat secara literal
  2. Menafsirkan ayat secara global dengan menghubungkan ayat satu dengan ayat lainnya, dan dengan hadits Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , perkataan para Shohabat -rodliallohu anhu- dan kata-kata hikmah.
  3. Diakhiri untuk setiap ayat -ayat penafsiran dengan pelajaran-pelajaran yang dapat diambil dari ayat tersebut.

Diantara keistimewaan Kitab Tafsir ini :

  1. berukuran sedang, Tidak terlalu ringkas yang dapat mengurangi pemahaman dan tidak terlalu panjang sampai berkesan membosankan.
  2. Mengikuti manhaj Salaf dalam masalah Akidah, Asma’ dan  Shifat
  3. Konsisten untuk tidak keluar dari empat madzab dalam masalah-masalah fiqih
  4. Bersih dari tafsir Israilliyat, baik yang shahih mapun yang lemah, kecuali yang menjadi tuntunan pemahaman ayat, dan memang diperbolehkan untuk meriwayatkannya.
  5. Mengesampingkan perbedaan-perbedaan pendapat dalam penafsiran
  6. Mengikuti pendapat yang dikuatkan oleh Al Imam Al Mufasir Ibnu Jarir Ath Thabari -rahimahullah- dalam kitab tafsirnya, jika terdapat perbedaan penafsiran oleh para ulama tafsir.
  7. Menjauhkan tafsir ini dari masalah-masalah tata bahasa, balaghah, dan bentuk-bentuk argumen bahasa.
  8. Tidak menyinggung qiroat kecuali hanya pada ayat-ayat tertentu dan memang perlu
  9. Mencukupkan pada hadits shahih dan hasan saja.
  10. Tafsir ini tidak memaparkan banyaknya perbedaan penafsiran, naun berkomitmen dengan makna yang rajih/kuat, yang banyak dipakai oleh para mufassirin dari kalangan Salafush Shalih, dengan tujuan untuk menyatukan muslimin dalam satu pemikiran Islam yang terpadu, benar dan lurus.
  11. Memudahkan muslimin untuk memepalajari dan mengamalkan Al Qur’an dan menjauhkan dari pengamalan yang sekedar wacana dan perdebatan.

dipetik dari laman Maktabah Al-Aisar.

Harga Jualan : RM 650.00

Diskaun 10%

Harga Selepas Diskaun : RM 595.00

Kos bungkusan dan penghantaran : PERCUMA untuk Semenanjung Malaysia

Untuk maklumat detil tulis emel kepada kami di riduankhairi.enterprise@gmail.com

Tafsir Al-Aisar : Pengantar Penerbit

2 April 2011 § Tinggalkan komen


PENGANTAR PENERBIT

Segala puji bagi Allah Ta’ala, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah Ta’ala dari kejahatan diri kami dan kejelekan amalan-amalan kami. Barangsiap yang Allah beri petuniuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad shallallahu Alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul-Nya.

‘Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kanu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)

‘Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterimu; dan daripada keduanya Allah memperkembang-biakkan laki- laki dan perempuan yang  banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisaa': 1″)

“Hai orang-orang yang beriman, berlakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnla ia telah nendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 70-71)

Amma ba’du,

“Sesungguhnya sebenar-benar perkatano ialah Kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (dalan agama), setiap yang diada-adakan (dalan agana) adalah bid’ah, setiap bid’ah ita sesat, dan setiap kesesatan itu tempatnya di neraka.”

Kebutuhan umat Islam dalam hal memahami Al-Qur’an Al-Karim merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat terhindarkan selama dalam hidupnya, karena Kitabullah sebagai pedoman hidup manusia disamping As-Sunnah Nabawiyah. Memahami Al-Qur’an lalu diamalkan adarah perintah agama, namun dalam memahami kitabullah ini diharuskan berpegang kepada kaedah-kaedah penafsiran baku yang ditetapkan oleh Shalafus shalih. Dalam masyatakat muslim, terdapatnya sekelompok kaum muslimin dalam menafsirkan Al-Qur’an, mereka mendahulukan akal (rasio) dari pada nash-nash yang shahih. Jika ayat- avat Al-Qur’an atau pun As-Sunnah bellawanan dengan akal, maka didahulukan akal dari pada ayat-ayat Al-Qur’an.

Penafsiran al-Qur’an yang bersandar pada akal dari pada nash-nash shahih sudah merambah luas pada era sekarang, disamping penafsiran Al-Qur’an lainnya yang tidak berpijak pada manhaj Ahlus Sunnah. Kita membutuhkan tafsir Al-Qur’an Al-Karim yang sesuai dengan manhaj Ahlus Sunnah, suatu tafsir yang diridha’i oleh Allah dan Rasul-Nya. Buku yang ada di hadapan para pembaca sekarang adalah terjemahan dari tafsir Al-Qur’an Al-Karim ditulis oleh Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi. Tafsir ini mcnghimpun metode penafsiran bil-maktsur yaitu menafsirkan ayat dengan ayat, lalu dengan hadits-hadits nabawi dan atsar-atsar Shahabat.

Sebagaimana namaya Al-Aisar (termudah), yaitu tafsir Al- Qur’an yang mempunvai sistematis penafsiran-penafsiran tersendiri, menjelaskan makna kata per kata secara literal dan diakhiri dalam setiap penafsirannya dengan pelajaran-pelajaran (fawaid) yang dapat diambil dari ayat tersebut. Itulah vang menjadi pertimbangan kami untuk menerbitkannya, yaitu suatu buku tafsir yang mudah dipahami dan pelajaran-pelajaran ataupun manfaat ilmu untuk setiap alat Al-Qur’an dapat dengan mudah dipahaminya. Harapan kami, semoga buku tafsir Al-Qur’an ini bermantaat. Segala tegur sapa dari para pembaca akan kami sambut dengan baik demi kebenaran dan mencari keridhaan Allaah Ta’ala. Aminn….

PENERBIT DARUS SUNNAH

Harga Jualan : RM 650.00

Diskaun 10%

Harga Selepas Diskaun : RM 595.00

Kos bungkusan dan penghantaran : PERCUMA untuk Semenanjung Malaysia

Untuk maklumat detil tulis emel kepada kami di riduankhairi.enterprise@gmail.com

Syaikh Muhammad Amin Syinqithi (2)

5 Januari 2011 § Tinggalkan komen


Syaikh Muhammad al-Amin asy-Syinqithi  -rahimahullah-
Penulis kitab Tafsir Adhwa’ al-Bayan

dari majalahislami

“Amma ba’du, tatkala kami mengetahui bahwa majoriti masyarakat yang mengaku sebagai kaum muslimin dewasa ini berpaling dari kitabullah dan melemparkannya ke belakang punggung mereka, tidak mengharapkan janji Allah dan tidak takut akan ancaman-Nya, maka kami mengatahui, bahwa hal tersebut merupakan faktor yang dapat mendorong seorang yang telah Allah berikan kepadanya ilmu akan kitab-Nya, untuk mengarahkan semangatnya yang tinggi demi berkhidmah kepada kitab-Nya, menjelaskan makna-maknanya, menampakkan keindahan-keindahannya, menerangkan kesulitan yang ada padanya, menjelaskan hukum-hukumnya, serta mengajak manusia untuk mengamalkannya dan meninggalkan segala sesuatu yang bertolak-belakang dengan kitab itu”.(1)

Nama dan Nasab

Nama beliau adalah Muhammad al-Amin bin Muhammad al-Mukhtar bin Abdul Qadir al-Jakni asy-Syinqithi -rahimahullah-.Jika terus diruntut, maka nasab Kabilah beliau akan sampai ke daerah Himyar di Yaman.

Kelahiran

Beliau -rahimahullah- dilahirkan di sebuah kota yang bernama Syinqith. Adapun nama tempat kelahiran beliau adalah Tanbah, sebuah desa di kota Syinqith, yang merupakan sebuah daerah di belahan timur dari Negara Islam yang sekarang terkenal dengan nama Mauritania. Yaitu sebuah Negara Islam di benua Afrika yang berbatasan dengan Sinegal, Mali, dan al-Jazair (Algeria).
Tepatnya, beliau -rahimahullah- dilahirkan pada tahun 1325 H (1905 M), dari seorang ibu sepupu ayahnya sendiri.

Semangat dan Antusias dalam Menuntut Ilmu

Syaikh Muhammad -rahimahullah- terdidik hingga besar di tengah masyarakat yang cinta akan ilmu, baik kaum laki-laki maupun wanitanya. Beliau menimba dasar-dasar ilmu agama dan ilmu al-Qur`an dari paman-paman beliau dari pihak ibunya, juga dari anak-anak mereka.
Menghafal kitab-kitab merupakan santapan lezatnya sehari-hari. Beliau -rahimahullah- telah hafal al-Qur`an di bawah didikan pamannya, Abdullah, ketika berusia sepuluh tahun. Beliau -rahimahullah- bertutur, “Kemudian aku belajar menulis khat mushaf Utsmani (mushaf Induk) dari pamanku yang bernama Muhammad bin Ahmad. Darinya juga aku belajar ilmu Tajwid dengan bacaan Nafi’, yang meriwayatkan dari Warsy, dari jalan Abu Ya’qub al-Azraq dan Qalun, dari periwayatan Abu Nasyith. Dan darinya juga aku mengambil sanad bacaan itu hingga sampai kepada Nabi -shollallahu alaihi wa sallam-. Dan ketika itu, usiaku masih enam belas tahun”.

Beliau -rahimahullah- juga pernah berkata, “Di sela-sela proses belajar bacaan tersebut, aku juga belajar kitab-kitab ringkas fikih Imam Malik, seperti Rojaz Ibnu ‘Asyir. Dan di sela-selanya juga aku belajar sastra secara panjang lebar dari istri pamanku”. Ia melanjutkan, “Aku juga menimba dasar-dasar ilmu Nahwu, seperti kitab al-Ajurrumiyyah beserta latihan-latihannya, juga darinya. Aku pun belajar dengan panjang lebar tentang nasab-nasab bangsa arab, sejarah mereka, dan tak ketinggalan juga sejarah Nabi Muhammad -shollallahu alaihi wa sallam-, dan nazhom peperangan karya Ahmad al-Badawi asy-Syinqithi yang jumlah baitnya lebih dari lima ratus bait”.

Seperti itulah semangat belajar beliau -rahimahullah- dalam mempelajari ilmu al-Qur`an, Sastra, Biografi, dan Sejarah. Dan semua itu beliau ambil dan timba dari rumah paman-pamannya.
Beliau -rahimahullah- bertutur, “Setelah aku hafal al-Qur`an, sudah bisa menulis al-Qur`an dengan khat utsmani, dan aku mampu unggul di atas teman-temanku, maka ibu dan bibi-bibiku menaruh perhatian khusus kepadaku. Dengan tekad bulat mereka mengarahkanku untuk belajar disiplin ilmu yang ada”.

Guru

Setelah menceritakan tentang fikih madzhab Maliki yang beliau pelajari, juga kitab Alfiyyah Ibnu Malik dalam bidang ilmu nahwu, Beliau -rahimahullah- berkata, “Kemudian aku mengambil disiplin ilmu lainnya dari beberapa masyayikh pada beberapa cabang ilmu. Mereka semua berasal dari Kabilah al-Jakniyyun. Dan di antara mereka adalah para ulama terkenal di negeri itu. Mereka antara lain:

o Syaikh Muhammad bin Shalih, yang popular dengan sebutan Ibnu Ahmad al-Afram.
o Syaikh Ahmad al-Afram bin Muhammad al-Mukhtar.
o Syaikh, al-’Allamah Ahma bin Umar.
o Pakar fikih terkemuka Muhammad an-Nikmat bin Zaidan.
o Pakar fikih terkemuka Ahmad bin Muud.
o Al-’Allamah, lautan ilmu dalam bidang ilmu Ahmad Faal bin Aaduh.
o Dan masyayikh lainnya dari kabilah al-Jakniyyun –rahimahumullah-.

Beliau -rahimahullah- menambahkan, “Sungguh, kami telah menimba segala disiplin ilmu dari mereka, seperti Nahwu, Shorof, Ushul, Balaghah, serta sebagian Tafsir dan Hadits.

“Adapun ilmu Mantiq, tata cara membahas, serta berdiskusi dan berdebat, maka kami pelajari sendiri dari hasil menelaah kitab-kitab”, ungkap beliau.
Dan perlu digarisbawahi di sini, bahwa cabang-cabang ilmu yang beliau pelajari dari para masyayikh, atau yang beliau dapatkan dari hasil menelaah kitab-kitab sendiri, tidak hanya sebatas itu saja. Akan tetapi beliau juga senantiasa mengamati dan mencermati, serta melanjutkan belajarnya hingga keesokan hari pada setiap cabang ilmu yang ada, sehingga beliau benar-benar paham seluk beluk setiap bidang ilmu tersebut.

Kegiatan dan Aktifitas

Kegiatan dan aktifitas Syaikh Muhammad -rahimahullah- sama seperti kegiatan para ulama yang lain; belajar, mengajar, dan memberi fatwa. Hanya saja beliau v lebih terkenal dalam masalah hukum.

Meskipun ada seorang Hakim perancis, namun penduduk negeri itu begitu menaruhkan kepercayaan kepada beliau -rahimahullah-. Mereka datang kepada Syaikh -rahimahullah- untuk memutuskan perkara yang terjadi di antara mereka. Dan begitu banyak utusan-utusan dan tamu yang datang dari tempat yang jauh hanya untuk bertemu dengan beliau.

Safar ke luar Negeri

Sengaja beliau -rahimahullah- keluar negeri untuk melaksanakan kewajiban ibadah haji, dengan niatan ia akan kembali lagi ke negerinya seusai pelaksanaan ibadah haji tersebut.

Setelah Syaikh -rahimahullah- sampai ke negeri tujuannya, ternyata niatnya berubah. Ia ingin menetap sementara di sana. Sebabnya adalah, ketika berada di negerinya dahulu dia mendengar istilah Wahhabiyah, dan beliau ingin mengetahui tentang hakekat sebenarnya. Diantaranya juga, ketika menginap di beberapa tempat, secara kebetulan kemah beliau berdekatan dengan kemah al-Amir Khalid as-Sudairi, dan tatkala itu satu sama lain belum saling kenal. Adalah al-Amir pada waktu itu bersama teman duduknya mencari sebuah majlis yang mengajarkan sastra, sebab beliau begitu berjiwa sastrawan. Dan perbincangan yang terjadi diantara mereka menjadi panjang lebar, hingga akhirnya mereka bertanya-jawab dengan Syaikh -rahimahullah- yang ikut hadir juga pada waktu itu. Dan ternyata mereka telah mendapatkan seorang Syaikh yang alim bagaikan lautan yang tak bertepi. Al-Amir menasehatinya, ketika ia datang ke kota Madinah nanti, agar ia menemui dua orang Syaikh di sana; Syaikh Abdullah az-Zahim dan Syaikh Abdul Aziz bin Shalih.

Dan ternyata, di kota Madinah beliau -rahimahullah- berhasil bertemu dengan keduanya. Yang mana keduanya merupakan dua orang Hakim yang memutuskan kasus-kasus yang terjadi diantara penduduk kota, baik dalam masalah fikih, maupun masalah manhaj dan akidah.

Beliau -rahimahullah- begitu banyak berdiskusi dengan Syaikh Abdul Aziz bin Shalih. Hingga akhirnya Syaikh Abdu Aziz menghadiahkan kitab al-Mughni, dan beberapa kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah kepada beliau. Beliau -rahimahullah- pun membacanya hingga dapat memahami madzhab Imam Ahmad bin Hambal. Juga dapat mengetahui manhaj yang selamat dan akidah salaf yang bersandar kepada al-Qur`an dan as-Sunnah dengan pemahaman kaum salaf.

Syaikh -rahimahullah- dan Masjid Nabawi

Belajar-mengajar di masjid nabawi merupakan sarana transfer ilmu yang begitu penting di mata umat Islam dalam rangka menyebarkan ilmu agama. Masjid tersebut merupakan kampus pertama tempat disyariatkannya agama ini, yaitu sejak zaman Nabi -shollallahu alaihi wa sallam, ketika Jibril -alaihissalam- datang kepadanya untuk mengajarkan agama islam di majlis Rasulullah n. Dan sejak masa Khulafa’ ar-Rasyidin dan ulama dari kalangan sahabat, kota Madinah merupakan ibu kota ilmu, dan senantiasa kota itu akan menjadi markaz ilmiah yang tidak pernah kosong dari seorang alim yang menegakkan kebenaran pada setiap masanya.

Sebelum kedatangan Syaikh Muhammad al-Amin -rahimahullah- ke kota Madinah, adalah Syaikh ath-Thayyib -rahimahullah-, dengan perantara dirinya Allah berikan manfaat yang banyak kepada umat Islam di kota itu, hingga ia wafat pada tahun 1363 H. Adapun setelahnya, majlis Syaikh at-Thayyib digantikan oleh murid-muridnya, juga oleh Syaikh Muhammad -rahimahullah-. Dan Syaikh -rahimahullah- dahulu mengajar kitab tafsir al-Qur`an, dan sempat khatam hingga dua kali.

Termasuk hal yang sudah kita ketahui bersama bahwa pelajaran tafsir tidaklah terbatas pada sebuah pembahasan saja, akan tetapi pelajaran tafsir adalah ilmu yang mencakup seluruh isi al-Qur`an dan segala keumuman yang ada di dalamnya. Dan manhaj beliau dalam mengajar pertama kali adalah menjelaskan makna kosakata, kemudian menerangkan segi i’rabnya, ilmu shorofnya, kemudian balaghohnya dengan membawakan dalil-dalil penguat pada pembahasannya.

Di Masjid Syaikh Muhammad -rahimahullah-

Adapun di masjid Syaikh Muhammad -rahimahullah-, beliau mulai mengajar materi ushul fikih dan kaidah-kaidahnya. Banyak sekali orang-orang yang datang ke majlisnya untuk mengambil faedah dari beliau. Hingga orang-orang yang berasal dari ujung kota Riyadh pun rela datang ke sana demi untuk ikut serta dalam majlisnya itu.

Di Rumah Syaikh Muhammad -rahimahullah-

Oleh karena pelajaran Ushul di masjid bersifat untuk umum, maka para pelajar yang begitu semangat, mereka menginginkan adanya tambahan pelajaran khusus yang diadakan di rumah Syaikh Muhammad -rahimahullah-. Dan Syaikh pun akhirnya menjawab permintaan mereka dan membuka majlis khusus di rumahnya setelah shalat ashar.

Karya dan Tulisan

Syaikh Muhammad al-Amin -rahimahullah- memiliki karya dan tulisan yang begitu banyak, diantaranya adalah:

• Adhwa’ al-Bayan Fi Idhahi al-Qur`an bi al-Qur`an. Merupakan sebuah kitab yang berisi penafsiran al-Qur`an dengan al-Qur`an. Dan kitab ini merupakan kitab beliau yang paling terkenal.
• Mudzakkirah al-Ushul ‘Ala Raudhah an-Nazhir. Beliau padukan di dalamnya ushul-ushul madzhab Hambali, Maliki, kemudian asy-Syafi’i.
• Adab al-Bahts wa al-Munazhoroh. Di dalamnya beliau terangkan tata cara membahas, seperti pengumpulan masalah dan penjelasan dalil-dalil.
• Daf’u Iham al-Idhthirab ‘An Ayi al-Kitab. Beliau jelaskan di dalamnya ayat-ayat al-Qur`an yang secara zhahirnya memiliki makna yang bertentangan namun secara hakekatnya sama sekali tidak bertentangan. Beliau bawakan di dalamnya ayat-ayat yang secara sekilas bertentangan mulai dari surat al-Baqarah hingga surat an-Naas. Dan beliau dudukan permasalahannya satu demi satu secara berurutan.
• Man’u Jawaz al-Majaz Fi al-Munazzal Li at-Ta’abbud wa al-’Ijaz. Beliau menerangkan dan membantah habis adanya majaz dalam al-Qur`an, dalam ayat-ayat asma dan sifat Allah.
Beliau -rahimahullah- juga memiliki beberapa ceramah yang kemudian dicetak dan disebarluaskan dalam bentuk buku, seperti:

  • Ayat ash-Shifaat
  • Hikmah at-Tasyri’
  • Al-Mashalih al-Mursalah
  • Haula Syubhah ar-Raqiq.

Wafat

Beliau -rahimahullah- meninggal dunia di kota Madinah an-Nabawiyyah, pada tanggal 17 Dzul Hijjah, tahun 1393 H (1973 M), semoga Allah senantiasa merahmatinya.

Semoga Allah memberikan manfaat kepada kita dengan kitab-kitab beliau, menuntun kita untuk meniti dan meneladani jalan beliau pada apa-apa yang Ia ridhai, dan menjadikan kita termasuk para penuntut ilmu yang selalu ikhlas dalam menuntut ilmu dan beramal. Amin.

[Di ringkas oleh Abu Musa Muhammad Sulhan, Lc. dari Biografi Syaikh Muhammad al-Amin -rahimahullah-, karya Athiyyah Muhammad Salim, pada permulaan kitab Adwa' al-Bayan Fi Idhah al-Qur`an bi al-Qur`an, Dar Ihya at-Turats al-'Arabi, Cet. Pertama, Th. 1417 H. – 1996 M.]

————

1. Cuplikan kata Syaikh Muhammad al-Amin asy-Syinqithi -rahimahullah-, pada Muqaddimah kitab Adwa’ al-Bayan.

(Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 39, hal.37-41)

Syaikh Muhammad Amin Syinqithi

5 Januari 2011 § Tinggalkan komen


Biografi Syaikh Muhammad Al-Amin Asy Syinqithi Bin Muhammad Al-Mukhtar Al-Ja’ni rahimahullah dari laman fatwa-online.com

Penerjemah: Abu Maulid

Beliau dilahirkan pada tahun 1325 H/1897 M. Ketika berumur 10 tahun, beliau telah menghafal Al-Qur’an di bawah bimbingan pamannya, Asy-Syaikh Abdullah bin Muhammad Al-Mukhtar Bin Ibrahim Bin Ahmad Nuh Al-Ja’ni.

Syaikh Muhammad Al-Amin belajar tajwid dan menulis khat Ustmani dengan saudara sepupunya, Syaikh Muhammad Bin Ahmad Bin Muhammad Al-Mukhtar. Beliau juga belajar kepada bibinya mengenai dasar-dasar tata bahasa Arab seperti Al-Ajurumiyah, Sirah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, dan sejarah nasab bangsa Arab.

Adapun bidang pengetahuan yang lainnya seperti ilmu fiqih, tafsir, hadist, tata bahasa Arab, ushul fiqih, dan syair, Asy-Syaikh belajar kepada beberapa ulama terkenal di negerinya dan mereka semua dari suku Al-Ja’ni, di antaranya adalah:

  1. Syaikh Muhammad Bin Salih (lebih dikenal dengan nama Ibnu Ahmad Al-Afram),
  2. Syaikh Ahmad Al-Afram Bin Muhammad Al-Mukhtar,
  3. Syaikh Ahmad Bin Umar,
  4. Syaikh Ahmad Bin Mud,
  5. Syaikh Muhammad An-Nimah Bin Zaidan, dan
  6. Syaikh Ahmad Fal bin Audah.

Syaikh Muhammad Al-Amin telah menyelesaikan dalam mengajar tafsir Al-Qur’anul Karim dua kali di Masjid Nabawi. Karena banyaknya murid beliau, maka tidak dapat diketahui siapa saja mereka. Namun, yang bisa disebutkan di sini, antara lain:

  1. Syaikh Abdul Aziz Bin Baz tetap menghadiri pelajaran beliau dalam tafsir di Masjid Nabawi ketika beliau sebagai kepala Universitas Islam.
  2. Syaikh Atiyah Muhammad Salim, salah satu yang menyelesaikan tulisan Syaikh Muhammad Al-Amin (sepeninggal beliau) berjudul tafsir Adwa Al-Bayan.
  3. Syaikh Bakr Bin Abdullah Abu Zaid.
  4. Putranya, Syaikh Abdullah Bin Muhammad Al-Amin Asy Syinqithi.
  5. Putranya, Syaikh Muhammad Al-Mukhtar Bin Muhammad Al-Amin Asy Syinqithi.

Syaikh telah menulis kitab-kitab yang masyhur dengan segenap tenaga dan kemampuan sebagai bukti amalan beliau, kejelasan atas nasihat dan metodologi yang beliau gunakan, dan kemurnian pemikiran yang terang, serta sepanjang ketelitian atas tata bahasa Arab. Berikut adalah beberapa kitab yang beliau tulis:

  1. Adwa Al-Bayan fi Idhah Al-Qur’an bil Quran
  2. Adab Al-Bath wal Munatharah
  3. Daf’u Iham Al-Idhtirab ‘an Ai Al-Kitab
  4. Alfiyah fil Mantiq
  5. Khalis Al-Jaman fi Zikr Ansab Bani Adnan
  6. Man’u Jawaz Al-Majaz fil Munazzal lit Ta’abbud wal I’jaz
  7. Mudzakhirah Ushul Al-Fiqih
  8. Manhaj Ayat Al-Asma wa Sifat
  9. Rajz fi Fura’ Madzhab Malik Yakhtas bil ‘Uqad min Al-Buya’ wa Ruhan
  10. Syarah Maraqi As-Saud
  11. Nadzm fil Fara’id

Adapun akhlaqnya, beliau adalah sosok ulama yang mengamalkan ilmunya. Beliau tidak pernah membiarkan orang membuat fitnah di majelis beliau. Beliau begitu mulia dan tidak menghiraukan godaan dunia yang datang kepadanya. Beliau jujur dalam berbicara, bersikap adil, dan tidak segan mengubah pendapat beliau jika ternyata dalil berbicara lain.

Syaikh sendiri paham akan pentingnya dalam mencari ilmu. Beliau memandang bahwa ilmu hanya merupakan perantara (alat). Adapun intinya adalah Kitabullah itu sendiri.

Seseorang yang telah lama belajar kepada beliau memberikan kesaksian bahwa ilmu beliau tentang Kitabullah sangat kuat dan luas. Apabila seseorang bertanya kepadanya tentang sebuah ayat, ketika itu juga beliau akan menjelaskan dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Demikianlah Asy Syaikh Muhammad Al-Amin Asy Syinqithi, semoga Allah merahmati beliau.

Beliau meninggal pada tahun 1393 H/ 1972 M.

Sumber: http://www.fatwa-online.com/scholarsbiographies/14thcentury/ashshanqeetee.htm

Sahih Tafsir Ibnu Katsir, Pengantar Cetakan Ke-3

24 Disember 2010 § Tinggalkan komen


PENGANTAR PENERBIT Cetakan ke-3

Segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam. Selawaat dan salam semoga sentiasa tercurah ke ribaan hamba dan utusan-Nya, Muhammad bin ‘Abdillah, penutup para Nabi, serta keluarganya yang suci, para Sahabatnya yang mulia dan segenap umatnya yang mengikuti petunjuk beliau hingga hari Akhir.

Sejak pertama kali diterbitkan pada Ogos 2007 yang lalu,buku “Shahih Tafsir lbnu Katsir” ini telah mendapat tanggapan positif dari kalangan pembaca. Bahkan dalam beberapa event penting, seperti pameran dan lainnya, buku ini cukup mendapat perhatian pengunjung.

Alhamdulillaah, dengan seizin Allah, saat ini kami dapat menerbitkan cetakan ke-3 dari “Shahih Tafsir Ibnu Katsir” jilid1 ini. Tentunya ini semua merupakan kurnia Allah yang patut kami syukuri. Kerana penerbitan buku ini berangkat dari keinginan kami untuk memberikan kemudahan bagi kaum muslimin secara umum di dalam memahami al-Quranul Karim dan para penuntut ilmu secara khusus di dalam menggali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya melalui penafsiran yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Memang telah banyak “Tafsir Ibnu Katsir” yang telah diterbitkan dalam bahasa Indonesia sebelum ini. Namun dari sekian banyak versi yang terbit, baik versi aslinya maupun ringkasannya, belum ada yang memberikan tambahan catatan kaki yang memadai, untuk menjelaskan mana riwayat yang shahih dan mana riwayat yang dha’if (lemah). Baik itu berupa hadis maupun atsar lainnya.Dan belum ada pula versi ringkasan yang memberikan jaminan bersih dari riwayat-riwayat dha’if (lemah). Sehingga hal tersebutakan menyulitkan pembaca dari kalangan awam bahkan mereka yang aktif dalam dunia keilmuan di dalam memilah dan memilih rirvayat-riwayat tersebut. Sehingga tidak tertutup kemungkinan mereka akan meyakini seluruh riwayat hadis yang mereka temukan di dalam “Tafsir Ibnu Katsir” sebagai suatu riwayat yang benar, lalu menyampaikannya kepada halayak, dengan alasan bahwa hadis tersebut diriwayatkan dalam “Tafsir Ibnu Katsir”. Padahal mungkin saja riwayat tersebut dha’if (lemah), kerana tidak seluruh riwayat hadis dan atsar yang disebutkan dalam “Tafsir Ibnu Katsir” adalah shahih.

Berangkat dari alasan di atas dan keprihatinan kami pada penafsiran al-Qur’an yang benar, serta keinginan kami untuk memberikan kemudahan kepada kaum muslimin di Indonesia di dalam memahami tafsir al-Qur’an, maka kami menerbitkan buku ini bekerjasama dengan penerbit versi Arab-nya “Darus Salam’ diRiyadh, Saudi Arabia.

Pilihan kami jatuh pada naskah buku ini kerana di samping”Tafsir Ibnu Katsir” merupakan buku tafsir yang paling popular di antara buku-buku tafsir yang ada, dan rujukan paling utama di dalam penafsiran al-Qur’an, juga kerana telah disusun ulang dan dibersihkan dari riwayat-riwayat yang dha’if (lemah) secara maksimal oleh sebuah tim ahli di bidangnya. Sebagaimana kami sebutkan hal tersebut secara rinci dalam pengantar cetakan pertama.

Kerananya kami berharap penerbitan buku ini dapat memberikan sumbangan besar dalam mendekatkan kaum muslimin kepada kitab suci mereka al-Qur’an dan di dalam memahaminya dengan benar.

Bersamaan dengan terbitnya cetakan ke-3 dari jilid 1 ini, atas seizin Allah kami telah berhasil menerbitkan jilid ke-9 yang merupakan jilid terkahir dari “Shahih Tafsir Ibnu Katsir”. Sehingga dengan demikian kami telah menyelesaikan penerbitan buku ini secara lengkap (9 jilid).

Dan akhirnya kami panjatkan puji dan syukur kepada Allah,atas segala kurnia dan kemudahanyang diberikan-Nya kepada kami, hingga kami dapat menuntaskan penerbitan buku ini dengan lengkap. Kemudian tak lupa kami aturkan terima kasih yang tidak terhingga kepada semua pihak yang telah terlibat dalam terbitnya buku ini. Semoga Allah memberikan balasan kepada mereka berupa pahala yang berlipatganda dan menjadikannya sebagai pemberat timbangan amal kebaikan mereka kelak di hari Akhir.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan ke ribaan Nabi kita Muhammad, keluarga, parasahabat dan segenap umat yang mengikuti petunjuknya hingga hari Akhir. Aamiin

Bogor,

Shafar 1430 H.

Februari 2009 M.

PenerbitPT. PUSTAKA IBNU KATSIR

Harga Jualan : RM 800.00

Diskaun 10%

Harga Selepas Diskaun : RM 720.00

Kos bungkusan dan penghantaran : PERCUMA untuk Semenanjung Malaysia

Untuk maklumat detil tulis emel kepada kami di riduankhairi.enterprise@gmail.com

Sahih Tafsir Ibnu Katsir, Muqaddimah Cetakan Kedua

17 Disember 2010 § Tinggalkan komen


MUQADDIMAH CETAKAN KEDUA

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, selawat dan salam semoga sentiasa tercurah kepada hamba dan Rasul-Nya, Nabi Muhammad, Rasul yang paling utama dan penutup para Nabi, juga atas keluarga, para sahabat dan mereka yang mengikuti petunjuk dan meniti jej ak beliau hingga hari Kemudian.

Inilah cetakan kedua dari kitab al-Mishbaahul Muniir fii Tahziibi Tafsiir lbni Katsir yang diterbitkan oleh Maktabah Darus Salam lin Nasyr wat Tauzi’, Riyadh. Cetakan pertama telah habis dalam waktu singkat, dan kitab ini telah diterima di kalangan ahli ilmu, dan cukup membuat mereka kagum. Kita bersyukur kepada Allah atas kebaikan-Nya yang melimpah dan kurnia-Nya yang mulia.

Berkaitan dengan cetakan kedua ini, para penanggung jawab telah melakukan beberapa hal penting yang menjadi masukan dari para ulama dan dan para pakar dari bidangnya, selain yang telah disebutkan dalam cetakan pertama. Mereka meminta kepada Komisi Peneliti dan Persiapan Keilmuan untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut, di antaranya adalah:

1. Membuang seluruh hadits-hadits marfu’ yang lemah (dhaif) dan kedhaifannya tidak dapat dikuatkan untuk naik ke darjat diterima (makbul). Sehingga -alhamdulillah- dalam cetakan kedua ini tidak dimuatkan kecuali hadis-hadis yang sahih, hasan atau dha’if namun kedha’ifannya dapat dikuatkan hingga naik ke darjat qabul (diterima). Rakan-rakan kami para peneliti telah berusaha merealisasikan tugas ini dengan meneliti ucapan-ucapan para imam dan ahli ilmu mengenai hadis-hadis tersebut hingga sampai pada tujuan menentukan darjat hadis, apakah dhaif, hasan atau sahih. Lalu mengeluarkan hadis-hadis dhaif dan membuangnya, serta meninggalkan hadis-hadis yang lain. Mudah-mudahan Allah membalas mereka atas usaha yang baik dan layak disyukuri.

2. Memberi tanda bagi hadis-hadis yang marfu’ dan memberi harakat dalam sabda Nabi agar tidak terjadi kesamaran dalam perkara-perkara yang sulit bagi pembaca yang awam, sehingga makna-makna yang sahih menjadi jelas dan memudahkan bagi

para pembaca yang awam untuk membaca sabda-sabda Nabi dengan benar.

Shalawat, keberkahan dan salam semoga senantiasa tercurah kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Nabi Muhammad, keluarga dan para Sahabat beliau.

Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri

4 / 2 / 142l H.

Harga Jualan : RM 800.00

Diskaun 15%

Harga Selepas Diskaun : RM 680.00

Kos bungkusan dan penghantaran : PERCUMA

Untuk maklumat detil tulis emel kepada kami di riduankhairi.enterprise@gmail.com

Sahih Tafsir Ibnu Katsir, Muqaddiman Penyusun

17 Disember 2010 § Tinggalkan komen


Muqaddimah Penyusun, Syaikh Sofiurrahman Mubarakfuri

Segaia puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam, selawat dan salam sentiasa tercurah kepada hamba dan Rasul-Nya, Nabi Muhammad, penutup para Nabi, juga kepada keluarga, para Sahabatnya yang mulia dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Pembalasan.

Sesungguhnya al-Qur’an yang mulia adalah kitab paling agung. Dengannya Allah memuliakan umat Islam ini. Al-Qur’an adalah kitab mulia yang tidak datang kepadanya kebatilan baik dari depan mahupun dari belakangnya, diturunkan dari (Rabb) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji, dan memberikan petunjuk ke jalan yang paling lurus. Maka barangsiapa yang berpegang teguh kepadanya niscaya ia akan mendapat petunjuk ke jalan yang lurus. Dan barangsiapa yang meninggalkannya, sungguh dia berada dalam kerugian yang besar.

Umat Islam telah memberikan perhatian yang tiada taranya terhadap al-Quran sejak generasi Salaf yang telah berlalu dari umat. Para ulama umat ini telah membahas tentang al-Quran, baik dalam masalah hukum-hukum, hikmah-hikmah, makna-makna, hujjah,. keterangan, dalil-dalil, penjelasan, nasihat, faedah, berbagai kejadian dan peristiwa, ibarat, isyarat, mukjizat, i’rab (penguraian kalimat), berbagai jenis qira-at (bacaan), macam-ma cam lahjah (dialek) hingga keadaan geografis tempat-tempat yang disebutkan di dalam al-Qur’an, dan masih banyak lagi pembahasan lainnya.

Tafsir Ibnu Katsir merupakan kitab paling penting yang ditulis dalam masalah tafsir a1-Qur’an al-Azim, paling agung, paling banyak diterima dan tersebar di tengah umat ini. Karena Ibnu Katsir, adalah seorang yang ahli tentang ilmu-ilmu al-Qur’an dan as-Sunnah, serta ilmu tentang sejarah umat-umat terdahulu dan yang akan datang, ditambah lagi dengan kurnia Allah yang diberikan kepada beliau berupa pandangan yang tajam dan mendalam tentang Sunnatullah yang terjadi berkaitan dengan kemaslahatan, kerusakan, kemajuan, kemunduran serta kehancuran umat ini.

Beliau memiiiki pengetahuan yang luas atas apa yang diisyarat-kan pada pokok-pokok pembahasan sebelumnya. Dan beliau memilih riwayat-riwayat yang ma’tsur (datang dari Rasulullah), yang diriwayatkan secara turun-temurun dalam metode menafsirkannya. Beliau banyak membawakan hadis-hadis yang marfu’, perkataan Salafush Shalih dari kalangan Sahabat, Tabi’in, dan para imam pembawa petunjuk yang datang setelah mereka serta dari kalangan ulama yang memiliki kekuatan ilmu dan pandangan dalam bidang tafsir al-Qur’an dengan tidak melupakan sisi-sisi lain yang telah kami sebutkan. Oleh karena itulah kitab tafsir ini merangkum dua seni riwayah dan dirayah, serta manqul dan ma’qul. Kaum muslimin dapar memetik faedah yang sangat besar,dan kitab tafsir ini dapat diterima serta mendapat perhatian yang lebih dari kitab-kitab tafsir lainnya.

Dan sungguh saudara kami yang muiia Syaikh’Abdul Malik Mujahid, pimpinan sekaligus penanggung jawab maktabah Darus Salam memiliki keinginan yang tinggi, tujuan yang mulia dan amal yang berharga dalam berkhidmat menyebarkan buku-buku Salaf dalam bentuk yang bagus dan penampilan yang elok.

Setelah bermusyawarah dan berfikir mendalam, akhirnya beliau memilih sejumlah orang yang memiliki kemampuan dari para pembahas dan penulis untuk menulis kitab tafsir ini ke dalam beberapa bahasa sehingga dapat bermanfaat bagi para ahli ilmu di seluruh dunia. Beliau juga berpandangan alangkah baiknya jika kitab ini diringkas hingga ukurannya menjadi lebih kecil tanpa meninggalkan pembahasan-pembahasan yang ada di dalamnya dan memberikan judul yang sesuai bagi tiap-tiap pembahasan, serta menisbatkan setiap hadis dan ucapan -setelah diringkas- kepada rawi yang meriwayatkannya, sehingga faedahnya menjadi lebih sempurna. Dan beliau memilih Fadhilatsy Syaikh Abul Asybal Ahmad Syaghif untuk mengemban tugas ini -semoga Allah menjaganya dan memberikan berkah dalam kehidupannya.

Maka beliau mencurahkan seluruh kemampuan untuk meringkasnya dengan tetap mencantumkan sejumlah hadis dalam satu pokok bahasan untuk menyempurnakan makna dan menghapus hadis-hadis lain yang sifatnya hanya sebagai pengulangan untuk satu makna dari jalur sanad yang beragam. Demikian juga yang semisalnya dari ringkasan perkataan-perkataan ahli tafsir. Dan beliau menugaskan beberapa orang rekannya untuk mentakhrij hadis-hadis dan ucapan-ucapan para ulama di bawah pengawasannya serta melakukannya sesuai kemampuan. Adapun penjelasan makna- makna dari Ibnu Katsir dicantumkan sebagaimana adanya dengan memberikan judul di atas setiap pembahasan.

Kemudian, ‘Abdul Malik Mujahid meminta agar saya mengecek dan meneliti ulang, lalu saya pun melakukannya. Saya memperbaiki, merubah, menambah dan mengurangi jika memang saya anggap perlu. Demikian juga rekan kami yang mulia Syakil Ahmad as-Salafi, salah seorang pembahas dan pengedit di maktabah Darus Salam. Sehingga dengan demikian, kitab ini dapat tampil dalam bentuk yang enak dipandang dan menyenangkan, alhamdulillaah.

Beberapa hal penting lainnya:

  1. Ringkasan Tafsir lbnu Katsir ini diambil dari naskah yang dicetak oleh penerbit Darus Salam. Cerakan itu telah dikoreksi dan bersesuaian dengan naskah Mesir kuno yang dicetak oleh (Daar Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyyah, ‘Isa al-Babi al-Haiabi dan serikatnya). Tarikh cetakan tidak tertera. Hanya saja ia telah dijadikan rujukan selama beberapa kurun waktu. Sebagaimana halnya naskah cetakan penerbit Darus Salam telah disesuaikan dengan lima naskah yang telah ditahqiq dan dicetak baru-baru ini, sehingga kesalahan-kesalahan yang ada diperbaiki semampu mungkin.
  2. Karakter lain dari naskah yang dijadikan pegangan dalam ringkasan tafsir ini, bahawa kesalahan yang terdapat dalam penulisan nama perawi dikoreksi dengan mrujuk kepada kitab-kitab asli yang berisi catatan biografi para perawi hadis. Lalu disebutkan mana yang benar dalam tanda kurung. Dan jika ada hal yang belum jelas, maka akan dijelaskan pada catatan kaki.
  3. Adapun ayat-ayat al-Qur’an yang terdapat di sela-sela tafsir telah diberi harakat sesuai dengan mushaf dan diberi tanda kurung, khusus untuk ayat-ayat al-Qur’an yang diambil dari mushaf yang telah diprogram dalam komputer.
  4. Pada bagian atas halaman dicantumkan nama surat dan nombornya serta nombor ayat untuk memudahkan rujukan.
  5. Apabila terdapat perbedaan pada naskah-naskah yang ada tentang penulisan nama-nama surah, maka yang dipilih adalah nama yang sesuai dengan kitab aslinya.
  6. Beberapa tambahan terhadap naskah asli dicantumkan di antara dua kurung [ ]. Dan tugas ini telah dikerjakan oleh beberapa rakan kami yang mulia yang brtugas pada bagian pembahasan dan koreksi di penerbitan, mudah-mudahan Allah membalas kebaikan mereka.

Penerbit telah berusaha menyajikan kitab ringkasan tafsir ini dalam jilid dengan ukuran yang sesuai dan harga yang murah, sehingga mudah tersebar ke seluruh penjuru dunia, dan tidak tersisa satu rumah kaum muslimin pun melainkan kitab yang penuh berkah ini ada di dalamnya dengan izin Allah Ta’ala. Juga menjadi bekal terbaik dari kitab-kitab mereka dan tabungan kebaikan bagi mereka di saat mukim maupun dalam perjalanan. Mudah-mudahan Allah menetapkan hal itu, Dia-lah yang memberikan taufiq kepada kebaikan dan memberi petunjuk ke jalan yang lurus.

Selawat, keberkahan dan salam semoga terlimpah atas sebaik-baik makhluk-Nya, Nabi Muhammad, keluarga danpara Sahabatbeliau.

Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri

12 / 6 / 1420 H.

Harga Jualan : RM 800.00

Diskaun 10%

Harga Selepas Diskaun : RM 720.00

Kos bungkusan dan penghantaran : PERCUMA untuk Semenanjung Malaysia

Untuk maklumat detil tulis emel kepada kami di riduankhairi.enterprise@gmail.com

Ibnu Katsir rahimahullah

14 Disember 2010 § 1 Komen


BIOGRAFI PENULIS (Ibnu Katsir)

Ditulis oleh Syaikh Abdul Qadir al-Arna-uth (semoga Allah menjaganya).

Beliau adalah Imam yang mulia Abul Fida’ ‘Imaduddin Isma’il bin ,Umar bin Katsir al-Qurasyi al-Bushrawi. Berasal dari kota Bashrah, kemudian menetap, belajar dan mengajar di Damaskus. Dilahirkan di Mijdal, sebuah tempat di kota Bashrah pada tahun 701.H (1302 M).

Ayah beliau adalah seorang khatib di kota itu. Ayahnya meninggal ketika beliau baru berusia empat tahun. Kemudian beliau diasuh oleh abangnya, Syaikh Abdul Wahhab dan dialah yang mendidik beliau di usia dininya. Kemudian beliau pindah ke Damsyik, negeri Syam pada tahun 706H, ketika beliau berusia lima tahun.

GURU-GURU BELIAU

  1. Syaikh Burhanuddin Ibrahim bin Abdirrahman al-Fazari yang terkenal dengan nama Ibnul Farkah (wafat 729 H).
  2. Di Damsyik Syria, beliau belajar dengan Isa bin al-Muth’im,
  3. Ahmad bin Abi Thalib, terkenal dengan nama Ibnu Syahnah (walat 730H),
  4. Ibnul Hajjar yang (wafat 730 H),
  5. Baha-uddin al-Qasim bin Muzhaffar Ibnu Asakir, ahli hadis negeri Syam yang wafat pada tahun 723 H,
  6. Ibnu asy-Syirazi,
  7. Ishaq bin Yahya al-Amidi Afifuddin –ulama Zhahiriyah (wafat 725 H),
  8. Muhammad lbnu Zar rad, menyertai Syaikh Jamaluddin Yusuf bin az-Zaki al’Mizzi (wafat 742H), beliau mendapat banyak faedah dan menimba ilmu darinya dan akhirnya beliau menikahi puterinya.
  9. Syaikhul Islam Taqiyyuddin Ahmad bin Abdil Halim bin Abdis Salam bin Taimiyyah (wafat 728 H),
  10. sebagaimana beliau menimba ilmu dari Syaikh al-Hafizh, seorang ahli tarikh (sejarah), Syamsuddin Muhammad bin Ahmad bin ‘Utsman bin Qayimaz adz-Dzahabi (wafat pada tahun 748 H).
  11. Dan ulama Mesir yang memberi beliau ijazah adalah Abu Musa al-Qarafi,
  12. Abul Fath ad-Dabbusi,
  13. Ali bin Umar as-Sawani dan lain-lain.

Al-Hafizh adz-Dzahabi berkata tentan Ib nu Katsir dalam al-Mu’jam al-Mukhtashsh,

“Beliau adalah seorang imam lagi pemberi fatwa, ahli hadis yang pakar, ahli fiqih yang berwawasan luas, ahli tafsir dan memiliki banyak tulisan yang bermanfaat.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata dalam ad-Duraral-Kaaminah,

“Beliau selalu menyibukkan diri dengan hadis, menelaah matan dan rijal hadis. Beliau adalah orang yang memiliki hafalan yang banyak, kecerdasannya bagus, memiliki banyak karya tulis semasa hidupnya dan telah memberikan manfaat yang sangat banyak kepada orang-orang selepas meninggal.”

Ahli sejarah yang terkenal dengan nama Abul Mahasin Jamaluddin Yusuf Ibnu Saifuddin yang terkenal dengan nama Ibnu Taghri Bardi berkata dalam kitabnya al-Manhalush Shaafii wal Mustaufa ba’ dal Woofi,

“Beliau adalah syaikh imam al-‘ Allamah’ Imaduddin Abul Fida’, ulama yang banyak berkarya) terus bekerja, meraup ilmu dan menulis, pakar dalam bidang fiqih, tafsir dan hadis.Beliau mengumpulkan, mengarang, mengajar, menyampaikan hadis dan menulis. Beliau memiliki penelaahan yang luas dalam ilmu hadis, tafsir, fiqih, bahasa Arab dan ilmu-ilmu lainnya. Beliau mengeluarkan fatwa dan mengajar hingga beliau wafat, semoga Allah merahmati beliau. Beliau dikenal sebagai uiama yang memiliki hafalan yang kuat dan tulisan yang bagus. Ia telah mencapai puncak dalam ilmu sejarah, hadis dan tafsir.

MURID-MURID BELIAU

Murid-murid beliau sangatlah banyak, di antaranya adalah Ibnu Haji. Disebutkan tentangnya bahwa ia adalah seorang yang memiliki hafalan paling kuat terhadap matan-matan hadis yang pernah kami dapati. Paling tahu tentang cacat-cacat hadis, perawi-perawinya, shahih dan dha’ifnya, dan rakan-rakan serta guru-gurunya mengakui hal tersebut. Sejauh ini, setiap kali saya bertemu dengannya pasti saya memperoleh faedah darinya.

Ibnul ‘Imad al-Hanbali berkata dalam kitabnya yang berjudul Syadzaraatudz Dzahabfii Akhbaari Man Dzahab:

“Beliau adalah al-Hafizh al-Kab ir’ Imaduddin, hafalannya banyak dan jarang lupa,pemahamannya baik, ilmu bahasa Arabnya tinggi.”

Ibnu Habib berkata tentangnya, “Ia mendengar riwayat, mengumpulkan, menulis, mengeluarkan fatwa, menyampaikan hadis, memberi banyak faedah, dan lembaran-lembaran fatwanya tersebar ke berbagai negeri. Ia dikenal dengan kekuatan hafalan dan keelokan karangarannya.”

TULISAN-TULISAN BELIAU

Tulisan beliau sangatlah banyak, di antaranya:

  1. Termasuk tulisan beliau yang terbesar adalah kitab tafsir al-Qur-an. Kitab ini adalah sebaik-baik kitab tafsir dengan riwayat, telah diterbitkan berulang kali dan telah diringkas oleh banyak ulama.
  2. Kitab sejarah yang dinamakan al-Bidaayah, terdiri dari 14 jilid, dengan judul al-Bidayah wan Nihayah. Di dalamnya disebutkan tentang kisah-kisah para Nabi dan umat-umat terdahulu, sirah Nabawiyah, sejarah Isl am hingga zamannya ditambah dengan pembahasan tentang fitnah dan tanda-tanda hari Kiamat serta keadaan pada hari Akhir dan al-Malaahim (pertumpahan darah). Dan telah ditahqiq oleh banyak ulama.
  3. At-Takmiil fi Ma’rifatis Siqat wa Dhu’afa wal Majaahil. Di dalamnya terangkum dua kitab dari tulisan guru beliau, yaitu al-Mi zzi dan adz-Dzahabi (Tahdzibul Kamal fi Asma Rijal) dan (Liizan I’tidal fii Naqdir Rijal) dengan disertai beberapa tambahan yang bermanfaat dalam masalah al-jarh wat ta’dil.
  4. Al-Hadyu was Sunan fi Ahadis Masad wa Sunan yang dikenai dengan nama Jami’ al-Masanid. Di dalamnya terangkum Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal, a|-Bazzar, Abu Ya’la al-Mushili, Ibnu Abi Syaibah, beserta Kutubus Sittah. Beliau menyusunnya berdasarkan bab-bab fiqih, dan baru-baru ini telah dicetak beberapa juz darinya.
  5. Thabaqaat asy-Syafi’iyyah dengan ukuran sedang disertai biografi Imam asy-Syafi’i.
  6. Beliau mentakhrij hadis-hadis yang digunakan sebagai dalil dalam kitab at – Tanbih fi Fiqh asy-Sy afi’iah.
  7. Beliau memulai penulisan syarah Sahih Bukhari dan belum sempat menyelesaikannya.
  8. Beliau memulai penulisan kitab besar dalam masalah-masalah hukum namun belum sempat menyelesaikannya, dan tulisan beliau ini sudah sampai pada kitab Haji.
  9. Ringkasan kitab al-Madkhal, karya al-Baihaqi dan sebahagian besar belum diterbitkan.
  10. Beliau meringkas kitab ‘Ulumul Hadis karya Abu ‘Amr bin ash-Shalah, yang beliau beri judul (Al-mukhtashar ‘Ulumil Hadis) yang dicetak oleh Syaikh Ahmad Muhammad Syakir, seorang ahli hadis dari Mesir disertai penjelasan dari beliau dan diberi judul al-Baa’itsul Hatsiirsfii Syarh Mukhtashar ‘Ulumil Hadis, dan telah dicetak beberapa kali.
  11. Sirah Nabawiyyah yang panjang (bagian dari kitab al-Bidaayah) dan ringkasannya, keduanya diterbitkan dalam cetakan yang berbeda.
  12. Risalah dalam masalah jihad yang diberi judul al-Ijtihaad fi Thalabil Jihad, dan telah dicetak berulang kali.

WAFAT

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata, “Beliau hilang penglihatan di akhir hayatnya dan wafat di Damaskus, Syam pada tahun 77 4 H/ 1373 M. Semoga Allah mencurahkan rahmat seluas-luasnya kepada beliau dan menempatkan beliau di Surga-Nya yang luas.

disarikah dari kitab terjemahan Sahih Tafsir Ibnu Katsir, jilid 1. Terbitan Pustaka Ibnu Katsir.

 

Sahih Tafsir Ibnu Katsir, Pengantar Penerbit

14 Disember 2010 § Tinggalkan komen


PENGANTAR PENERBIT Cetakan Pertama

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkanya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad , adalah hamba danRasul-Nya.

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takzwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS.Ali’Imran: 102)

“Hai sekalian manusia, bertakwalah hepada Rabb-mu y ang telah menciptakanmu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mengunakan) Nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (pelibaralah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. An-Nisaa': 1)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perhataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya,maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang beser. “(QS. Al-Ahzaab:70-71)

Amma ba’du:

Sesungguhnya, sebenar-benar ucapan adalah Kitabullah (al-Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, (as-Sunnah). Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan (dalam agama), setiap yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnyadi neraka.

Wa ba’du:

AL-QUR’AN SALAH SATU NIKMAT TERBESAR

Allah telah memberikan kenikmatan kepada umat Islam dengan agama yang Dia redhai, yakni Islam. Kemudian Dia mengutus Nabi Muhammad insan pilihan kepada umat ini sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam. Sebagaimana Dia telah memuliakan umat ini dengan al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi mereka dalam menjalani kehidupan. Di dalamnya terhimpun segala sesuatu yang diperlukan manusia. Mulai dari masalah Akidah, hukum, nasihat, adab dan kisah-kisah tentang orang-orang terdahulu yang saratdengan pelajaran. Perbahasan-perbahasannya kuat tak terbantahkan, bahasanya jelas, tegas dan lugas, menunjukkan keberadaan Sang Pencipta alam semesta.

LALU APAKAH KEWAJIBAN KITA TERHADAPAL-QUR’AN?

Di dalam Sbahih Muslim (no. 55 (95) diriwayatkan sebuah hadis dari Tamim ad-Dari, ia berkata, “Nabi bersabda, ‘Agama itu adalah nasihat.’ Maka kami berkata, ‘Untuk siapa?’ Beliau bersabda, ‘Untuk (hamba dalam rangka beriman kepada) Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya., dan (dalam rangka menasihati) para pemimpinkaum muslimin dan kaum muslimin secara umum.”‘

Para ulama menerangkan bahwa nasihat kepada Kitabullah adalah:

  1. Beriman bahwa al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Kandungan isinya tidak menyerupai perkataan seorang pun dari makhluk-Nya. Dan tidak satupun di antara makhluk-Nya yang sanggup membuat sesuatu yang serupa dengannya.
  2. Membacanya dengan baik dan benar, serta disertai kekhusyu’-an.
  3. Mengagungkannya dengan cara memahami serta mengamalkan petunjuk-petunjuknya.

BAGAIMANA CARA KITA MEMAHAMI DANMENGAMALKANNYA?

Jika kita ingin mengamalkan petunjuknya dengan benar danpenuh keikhlasan, maka kita harus memahaminya terlebih dahulu berdasarkan penjelasan Rasulullah, dan melalui pemahaman salafus Shalih. Rasulullah, telah menjelaskan al-Qur’an ini kepada para Sahabatnya yang telah mendapatkan kurnia taufiq dari Allah dengan cahaya keimanan dan petunjuk. Beliau telah menerangkan mana yang halal dan mana yang haram, mana yang terpuji dan mana yang tercela, mana yang merupakan ibadah dan mana yang merupakan maksiat serta bid’ah. Beliau telah menjelaskannya dengan perkataan, perbuatan atau persetujuan dan pengukuhan beliau terhadap apa yang dilakukan para Sahabatnya. Beliau telah menjelaskan janji Allah ancaman-ancaman-Nya. Beliau juga menyampaikan berbagai khabar gembira dan peringatan. Beliau telah ditugaskan oleh Allah sebagai penafsir al-Qur’an paling utama, setelah al-Qur’an itu sendiri, di mana ayat-ayatnya saru sama lain saling menjelaskan. Allah berfirman:

“… Dan Kami turunkan kepadamu alL-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yangtelah diturunkan kepada mereka supaya mereka memikirkan.” (QS. An-Nahl: 44)

Setelah beliau wafat, maka Allah meneguhkan sekelompok ulama umat ini untuk senantiasa mengerahkan segenap kemampuan dan usaha mereka dalam memahami al-Qur’an sesuai dengan penjelasan yang disampaikan oleh Rasulullah, dalam Sunnahnya, dan sesuai dengan pemahaman para Sahabat yang langsung mendengar penjelasan tersebut dari beliau. Dengan demikian, ilmu mereka menjadi kokoh dan kuat, serta terperinci dan mendalam. Mereka dengan izin Allah telah menjadi pendekar-pendekar umat yang berada di garisan depan untuk membela al-Qur’an dan as-Sunnah. Mereka menjadi sumber rujukan umat Islam seluruhnya dalam memahami hukum-hukum yang pelik dari alqur’an serta tafsirnya. Di antara mereka adalah al-Imam al-‘Allamal al-Hafrzh’Imaduddin Abul Fida’Isma’il bin’Umar bin Dhau’bin Katsir, al-Qurasyi asy-Syafi’i ad-Dimasyq yang kita kenali dengan sebutan Ibnu Katsir, penyusun kitab Tafsirul Qur’anuil ‘Azhim yang sangat terkenal.

MENGAPA HARUS TAFSIR IBNU KATSIR?

Tafsir Ibnu Katsir merupakan kitab paling penting dan agungyang pernah ditulis dalam menafsiri kitab suci al-qur’an dan paling banyak diterima dan tersebar di tengah umat ini. Penulisnya telah menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menyusunnya. Tidak menghairankan jika penafsiran beliau sangat kaya dengan riwayat (baik hadis maupun atsar), bahkan hampir seluruh hadis periwayatan Imam Ahmad yang terdapat dalam kitab al-Musnad tercantum dalam kitab tafsir ini.

Beliau pun menggunakan rujukan-rujukan penting lainnya yang sangat banyak, sehingga menjadikan karya beliau ini sangat kaya akan manfaat dalam berbagai disiplin ilmu agama (seperti’Aqidah, Fiqih dan lain-lain). Kerananya sangar wajar apabila Imam as-Suyuthi memujinya dan berkata: “Belum pernah ada kitab tafsir yang semisal dengannya.”

Selain itu, metode beliau dalam penyusunan kitab yang sangat bermanfaat ini adalah dengan cara menyebutkan ayat terlebih dahulu, kemudian menjabarkan maknanya secara umum, selanjutnya menafsirkannya dengan ayat, hadis atau perkataan sahabat dan Tabi’in. Terkadang beliau menjelaskar seputar hukum yang berkaitan dengan ayat, dengan dukungan dalil-dalil lain dari al-Qur’an dan as-Sunnah serta dilengkapi dengan pendapat-pendapat para ahli fiqih disertai dalilnya apabila di dalam masalah tersebut terdapat perbezaan pendapat di antara mereka. Selanjutnya beliau (memilih/menguatkan) salah satu dari pendapat mereka.

Beliau memang seorang yang ahli dalam ilmu-ilmu al-Qur-an dan as-Sunnah, serta ilmu tentang sejarah umar-umat terdahulu dan keadaan umat yang akan datang (sebagaimana yang beliau ungkapkan dalam kitab at-Bidaayah wan Nihayah). Namun tidak bisa dipungkiri, dengan pembahasan yang panjang dan mendalam ini, maka majoriti umat Islam, yang awam di zaman sekarang ini akan merasa berat jika mereka harus membaca kitab aslinya yang tergolong rumit, terutama yang berkaitan dengan periwayatan hadis yang terkadang tidak dijelaskan oleh beliau kedudukan dan statusnya, tetapi beliau mencukupkan dengan menyebutkan mata rantai riwayatnya secara detail. Dan dalam kasus ini sangat banyak sekali terjadi.

Oleh kerana itulah Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri-Rahimahullah- memimpin satu tim ahli untuk meringkasnya dan membuang seluruh riwayat-riwayat hadis yang dha’if (lemah)-sebagaimana hal tersebut beliau jelaskan dalam mukaddimah cetakan kedua hingga ukurannya menjadi lebih kecil tanpa meninggalkan pembahasaan penting yang terdapat didalamnya. Beliau pun memberikan judul yang sesuai bagi tiap-tiap pembahasan, serta menisbatkan setiap hadis dan ucapan setelah diringkas kepada rawi yang meriwayatkannya, hingga faedahnya menjadi lebih sempurna. Beliau memberi judul kitab ringkasan tersebut dengan al-Mishbaahul Muniir fii Tahdziibi Tafsiiri IbniKatsir, yang kemudian kami terjemahkan dengan judul “ShahihTafsir Ibnu Katsir.”

KELEBIHAN BUKU INI:

A. Mengapa Dinamakan “Shahih Tafsir Ibnu Katsir?”

Pertama, kerana tim al-Mishbaahul Muniir sendiri telah berkomitmen untuk hanya menampilkan hadis-hadis shahih dan hasan saja, menjauhkan hadis-hadis dha’if dan maudhu’ serta membuang kisah-kisah Israiliyyat.

Kedua, seandainya ditemukan hadis dha’if pun, maka hadis tersebut sebenarnya adalah hadis yang memiliki beberapa penguat atau pendukung dari hadis-hadis lain yang memiliki derajat qabul (diterima). Dan sepanjang penelitian kami, hadis-hadis seperti ini sangat sedikit, serta tidak akan membuat para pembaca menjadi ragu untuk menerima dan mengamalkannya.

B. Langkah Lain yang dilakukan oleh Pustaka Ibnu Katsir:

Adapun langkah-langkah lain yang kami lakukan untuk menambah keilmiahan, ketenteraman) serta kemudahan para pem-baca buku ini adalah:

  1. Mencantumkan penomboran ayat-ayat dan surat yang banyak disebutkan dalam penafsiran ayat yang sedang dibahas.
  2. Kami berusaha mentakhrij semua hadis yang tercantumdalam kitab tafsir ini. Dalam hal ini kami merujuk kepada kitab Tafsiir al-Qur-aanil’Azhiim yang ditakhrij oleh Syaikh Hani al-Haj. Baik dari segi penomboran mahupun pengesahan hadis. Apabila pengesahannya bersumber dari kitab-kitab karya Syaikh al-Albani, maka kami padankan penomborannya dengan kitab-kitab beliau yang kami miliki.
  3. Hadis-hadis yang pengesahannya tidak tercantum dalam kitab tersebut, kami rujukkan kepada kitab aslinya yang disertai dengan pengesahan hadis dari ahli hadis terkemuka. Sebagaicontoh, hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang pengesahannya tidak terdapat dalam kitab-kitab syaikh al-Albani, kami rujukkan kepada kitab Musnad al-Imam Ahmadbin Hanbal yang ditakhrij oleh Syaikh Syu’aib al-Arna-uth.
  4. Adapun atsar (riwayat selain hadis Nabi), maka kami tidak mentakhrijnya, kami biarkan sebagaimana kitab aslinya (al-Mishbaahul Muniir). Meskipun demikian, jika di dalamkitab aslinya tidak terdapat keterangan tentang sumber atsar tersebut, maka kami berusaha sedapat mungkin untuk mencantumkan keterangan tersebut dari kitab lain. Namun seperti telah disebutkan di atas, atsar-atsar tersebut tidak kami takhrij, melainkan kami biarkan apa adanya. Hal ini disebabkan beberapa hal, antara lain:
  • Atsar-atsar tersebut ditulis/diriwayakan oleh ahli-ahli hadis terkemuka seperti Ibnu Abi Hatim dan yang lainnya, yang sudah sangat kita kenal keilmuannya.
  • Apabila takhrij setiap atsar kami cantumkan, maka dikhuwatiri akan mempertebal halaman buku ini.
  • Kami percaya penuh kepada tim penyusun kitab al-Mish-baah ul-Muniir dalam komitmennya untuk menampilkanriwayat-riwayat yang maqbul.

Dalam melakukan takhrij hadis yang diletakkan dalam foot-note, kami sengaja mengawali keterangannya dengan menyebutkan darjat hadis, seperti shahih, hasan atau dha’if, dengan huruf tebal, untuk memudahkan pembaca agar dapat langsung mengetahui derajat hadis tersebut. Adapun jika hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari atau Imam Muslim atau diriwayatkan oleh sekelompok perawi hadis di mana Bukhari dan Muslim ada di dalamnya, maka kami tidak mencantumkan derajat hadis tersebur, kerana ulama-ulama Ahlus Sunnah telah sepakat atas keshahihannya.

Untuk memudahkan pembaca dalam mencari hadis dari sumbernya, maka setiap hadis kami cantumkan dengan nombornya. Penomboran tersebut disesuaikan dengan kitab-kitab hadis yang kami miliki. Adapun perinciannya sebagai berikut:

a. Al-Bukhari berdasarkan penomboran kitab Fathul Baari.

b. Muslim berdasarkan penomboran Muhammad Fu-ad’Ab-dul Baqi.

c. Abu Dawud berdasarkan penomboran Muhammad Fu-ad’Abdul Baqi.

d. At-Tirmidzi berdasarkan penomboran Muhammad Fu-ad’Abdul Baqi.

e. An-Nasaa-i berdasarkan penomboran’Abdul Fattah Abu Ghuddah.

f. Ibnu Majah berdasarkan penomboran Muhammad Fu-ad’Abdul Baqi.

g. Mengenai riwayat Imam Ahmad, perlu diketahui bahwatim penyusun kitab asli mencantumkan penomboran berdasarkan cetakan al-Maimaniyahah, sebelum ditakhrij oleh Syaikh Syu’aib al-Arna uth beserta lainnya. Oleh kerana itu, untuk kesempurnaannya, kami menambahkan penomboran yang baru berdasarkan Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal yang telah ditahqiq dan ditakhrij oleh beliau (Syaikh al-Arna’uth) berserta timnya yang dicetak oleh Mu-assasah ar-Risalah, Beirut.

h. Jika sumber pengesahan sebuah hadis (baik shahih maupundha’if) terdapat dalam banyak kitab-kitab karya Syaikh al-Albani, maka kami cukupkan dengan mencantumkan satu sumber saja.

Kami berusaha menerjemahkan kitab yang penuh manfaat ini sebaik-baiknya agar mudah difahami oleh para pembaca, sehingga kami berupaya untuk memperjelas istilah, juga nama-nama tempat yang mungkin akan sulit difahami oleh sebahagian pembaca. Khusus dalam penerjemahan hadis-hadis Nabi, kami selalu menerjemahkannya dengan bantuan kitab-kitab syarah (penjelasnya) pada masing-masing kitab hadis.

Kami pun menambahkan sub-sub judul yang kami anggap perlu untuk lebih memperjelas tema-tema yang sedang dibahas, serta memudahkan pencarian tema tersebut dari daftar isi.

Inilah persembahan kami, semoga kehadirannya membawa manfaat yang sangat besar bagi kaum muslimin di tanah air secara umum dan menjadi tambahan referensi yang berharga bagi kalangan penuntut ilmu. Akhirnya, kepada Allah semata kami bersyukur atas terbitnya buku ini, semoga upaya kami ini menjadi amal shalih yang diridhai-Nya.

Selawat serta salam semoga sentiasa dilimpah curahkan kepaada Rasulullah, keluarga dan para Sahabatnya. Amin.

Bogor,

Pebruari 2009 M.

Rabi’ul Awwal 1,429 H.

Penerbit:PT. PUSTAKA IBNUKATSIR

Harga Jualan : RM 800.00

Diskaun 10%

Harga Selepas Diskaun : RM 720.00

 Kos bungkusan dan penghantaran : PERCUMA untuk Semenanjung Malaysia

Untuk maklumat detil tulis emel kepada kami di riduankhairi.enterprise@gmail.com

Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi

22 November 2010 § Tinggalkan komen


Beliau adalah Ahli Hadits yang juhud, Jabir bin Musa bin Abdul Qadir bin Jabir Abu Bakar Al-Jazairi. Lahir di Al-Jazair tahun 1342 H/ 1921 M. Dinegerinya itu beliau menghapal Al-Qur’an dan beberapa matan kitab, ilmu lughoh dan fiqh Maliki kemudian beliau melanjutkan pelajarannya ke kota lainnya sampai kemudian belajar di Madinah di Masjid Nabawi dan Mekkah sehingga mendapat pengakuan (ijazah) dari para Masyaikh disana.

Diantara gurunya dinegerinya yaitu

  • Syaikh Nu’aim An-Nu’aimi,
  • Syaikh Isa Mu’tauqi, dan
  • Syaikh Thoyib Al-Uqbi, sedangkan di Madinah adalah :
  • Syaikh Umar Bari,
  • Syaikh Muhammad Al-Hafizh,
  • Syaikh Muhammad Khoyal dan selainnya.

Beliau sempat pula mengajar di Darul Hadits Madinah dan di Jamiyah Al-Islamiyah.

Sumber : Biograf Ulama Sunnah

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with tafsir at Kitab Tafsir Muktabar.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.