Sahih Tafsir Ibnu Katsir, Pengantar Penerbit

14 Disember 2010 § Tinggalkan komen


PENGANTAR PENERBIT Cetakan Pertama

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkanya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad , adalah hamba danRasul-Nya.

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takzwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS.Ali’Imran: 102)

“Hai sekalian manusia, bertakwalah hepada Rabb-mu y ang telah menciptakanmu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mengunakan) Nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (pelibaralah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. An-Nisaa’: 1)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perhataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya,maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang beser. “(QS. Al-Ahzaab:70-71)

Amma ba’du:

Sesungguhnya, sebenar-benar ucapan adalah Kitabullah (al-Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, (as-Sunnah). Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan (dalam agama), setiap yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnyadi neraka.

Wa ba’du:

AL-QUR’AN SALAH SATU NIKMAT TERBESAR

Allah telah memberikan kenikmatan kepada umat Islam dengan agama yang Dia redhai, yakni Islam. Kemudian Dia mengutus Nabi Muhammad insan pilihan kepada umat ini sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam. Sebagaimana Dia telah memuliakan umat ini dengan al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi mereka dalam menjalani kehidupan. Di dalamnya terhimpun segala sesuatu yang diperlukan manusia. Mulai dari masalah Akidah, hukum, nasihat, adab dan kisah-kisah tentang orang-orang terdahulu yang saratdengan pelajaran. Perbahasan-perbahasannya kuat tak terbantahkan, bahasanya jelas, tegas dan lugas, menunjukkan keberadaan Sang Pencipta alam semesta.

LALU APAKAH KEWAJIBAN KITA TERHADAPAL-QUR’AN?

Di dalam Sbahih Muslim (no. 55 (95) diriwayatkan sebuah hadis dari Tamim ad-Dari, ia berkata, “Nabi bersabda, ‘Agama itu adalah nasihat.’ Maka kami berkata, ‘Untuk siapa?’ Beliau bersabda, ‘Untuk (hamba dalam rangka beriman kepada) Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya., dan (dalam rangka menasihati) para pemimpinkaum muslimin dan kaum muslimin secara umum.”‘

Para ulama menerangkan bahwa nasihat kepada Kitabullah adalah:

  1. Beriman bahwa al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Kandungan isinya tidak menyerupai perkataan seorang pun dari makhluk-Nya. Dan tidak satupun di antara makhluk-Nya yang sanggup membuat sesuatu yang serupa dengannya.
  2. Membacanya dengan baik dan benar, serta disertai kekhusyu’-an.
  3. Mengagungkannya dengan cara memahami serta mengamalkan petunjuk-petunjuknya.

BAGAIMANA CARA KITA MEMAHAMI DANMENGAMALKANNYA?

Jika kita ingin mengamalkan petunjuknya dengan benar danpenuh keikhlasan, maka kita harus memahaminya terlebih dahulu berdasarkan penjelasan Rasulullah, dan melalui pemahaman salafus Shalih. Rasulullah, telah menjelaskan al-Qur’an ini kepada para Sahabatnya yang telah mendapatkan kurnia taufiq dari Allah dengan cahaya keimanan dan petunjuk. Beliau telah menerangkan mana yang halal dan mana yang haram, mana yang terpuji dan mana yang tercela, mana yang merupakan ibadah dan mana yang merupakan maksiat serta bid’ah. Beliau telah menjelaskannya dengan perkataan, perbuatan atau persetujuan dan pengukuhan beliau terhadap apa yang dilakukan para Sahabatnya. Beliau telah menjelaskan janji Allah ancaman-ancaman-Nya. Beliau juga menyampaikan berbagai khabar gembira dan peringatan. Beliau telah ditugaskan oleh Allah sebagai penafsir al-Qur’an paling utama, setelah al-Qur’an itu sendiri, di mana ayat-ayatnya saru sama lain saling menjelaskan. Allah berfirman:

“… Dan Kami turunkan kepadamu alL-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yangtelah diturunkan kepada mereka supaya mereka memikirkan.” (QS. An-Nahl: 44)

Setelah beliau wafat, maka Allah meneguhkan sekelompok ulama umat ini untuk senantiasa mengerahkan segenap kemampuan dan usaha mereka dalam memahami al-Qur’an sesuai dengan penjelasan yang disampaikan oleh Rasulullah, dalam Sunnahnya, dan sesuai dengan pemahaman para Sahabat yang langsung mendengar penjelasan tersebut dari beliau. Dengan demikian, ilmu mereka menjadi kokoh dan kuat, serta terperinci dan mendalam. Mereka dengan izin Allah telah menjadi pendekar-pendekar umat yang berada di garisan depan untuk membela al-Qur’an dan as-Sunnah. Mereka menjadi sumber rujukan umat Islam seluruhnya dalam memahami hukum-hukum yang pelik dari alqur’an serta tafsirnya. Di antara mereka adalah al-Imam al-‘Allamal al-Hafrzh’Imaduddin Abul Fida’Isma’il bin’Umar bin Dhau’bin Katsir, al-Qurasyi asy-Syafi’i ad-Dimasyq yang kita kenali dengan sebutan Ibnu Katsir, penyusun kitab Tafsirul Qur’anuil ‘Azhim yang sangat terkenal.

MENGAPA HARUS TAFSIR IBNU KATSIR?

Tafsir Ibnu Katsir merupakan kitab paling penting dan agungyang pernah ditulis dalam menafsiri kitab suci al-qur’an dan paling banyak diterima dan tersebar di tengah umat ini. Penulisnya telah menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menyusunnya. Tidak menghairankan jika penafsiran beliau sangat kaya dengan riwayat (baik hadis maupun atsar), bahkan hampir seluruh hadis periwayatan Imam Ahmad yang terdapat dalam kitab al-Musnad tercantum dalam kitab tafsir ini.

Beliau pun menggunakan rujukan-rujukan penting lainnya yang sangat banyak, sehingga menjadikan karya beliau ini sangat kaya akan manfaat dalam berbagai disiplin ilmu agama (seperti’Aqidah, Fiqih dan lain-lain). Kerananya sangar wajar apabila Imam as-Suyuthi memujinya dan berkata: “Belum pernah ada kitab tafsir yang semisal dengannya.”

Selain itu, metode beliau dalam penyusunan kitab yang sangat bermanfaat ini adalah dengan cara menyebutkan ayat terlebih dahulu, kemudian menjabarkan maknanya secara umum, selanjutnya menafsirkannya dengan ayat, hadis atau perkataan sahabat dan Tabi’in. Terkadang beliau menjelaskar seputar hukum yang berkaitan dengan ayat, dengan dukungan dalil-dalil lain dari al-Qur’an dan as-Sunnah serta dilengkapi dengan pendapat-pendapat para ahli fiqih disertai dalilnya apabila di dalam masalah tersebut terdapat perbezaan pendapat di antara mereka. Selanjutnya beliau (memilih/menguatkan) salah satu dari pendapat mereka.

Beliau memang seorang yang ahli dalam ilmu-ilmu al-Qur-an dan as-Sunnah, serta ilmu tentang sejarah umar-umat terdahulu dan keadaan umat yang akan datang (sebagaimana yang beliau ungkapkan dalam kitab at-Bidaayah wan Nihayah). Namun tidak bisa dipungkiri, dengan pembahasan yang panjang dan mendalam ini, maka majoriti umat Islam, yang awam di zaman sekarang ini akan merasa berat jika mereka harus membaca kitab aslinya yang tergolong rumit, terutama yang berkaitan dengan periwayatan hadis yang terkadang tidak dijelaskan oleh beliau kedudukan dan statusnya, tetapi beliau mencukupkan dengan menyebutkan mata rantai riwayatnya secara detail. Dan dalam kasus ini sangat banyak sekali terjadi.

Oleh kerana itulah Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri-Rahimahullah- memimpin satu tim ahli untuk meringkasnya dan membuang seluruh riwayat-riwayat hadis yang dha’if (lemah)-sebagaimana hal tersebut beliau jelaskan dalam mukaddimah cetakan kedua hingga ukurannya menjadi lebih kecil tanpa meninggalkan pembahasaan penting yang terdapat didalamnya. Beliau pun memberikan judul yang sesuai bagi tiap-tiap pembahasan, serta menisbatkan setiap hadis dan ucapan setelah diringkas kepada rawi yang meriwayatkannya, hingga faedahnya menjadi lebih sempurna. Beliau memberi judul kitab ringkasan tersebut dengan al-Mishbaahul Muniir fii Tahdziibi Tafsiiri IbniKatsir, yang kemudian kami terjemahkan dengan judul “ShahihTafsir Ibnu Katsir.”

KELEBIHAN BUKU INI:

A. Mengapa Dinamakan “Shahih Tafsir Ibnu Katsir?”

Pertama, kerana tim al-Mishbaahul Muniir sendiri telah berkomitmen untuk hanya menampilkan hadis-hadis shahih dan hasan saja, menjauhkan hadis-hadis dha’if dan maudhu’ serta membuang kisah-kisah Israiliyyat.

Kedua, seandainya ditemukan hadis dha’if pun, maka hadis tersebut sebenarnya adalah hadis yang memiliki beberapa penguat atau pendukung dari hadis-hadis lain yang memiliki derajat qabul (diterima). Dan sepanjang penelitian kami, hadis-hadis seperti ini sangat sedikit, serta tidak akan membuat para pembaca menjadi ragu untuk menerima dan mengamalkannya.

B. Langkah Lain yang dilakukan oleh Pustaka Ibnu Katsir:

Adapun langkah-langkah lain yang kami lakukan untuk menambah keilmiahan, ketenteraman) serta kemudahan para pem-baca buku ini adalah:

  1. Mencantumkan penomboran ayat-ayat dan surat yang banyak disebutkan dalam penafsiran ayat yang sedang dibahas.
  2. Kami berusaha mentakhrij semua hadis yang tercantumdalam kitab tafsir ini. Dalam hal ini kami merujuk kepada kitab Tafsiir al-Qur-aanil’Azhiim yang ditakhrij oleh Syaikh Hani al-Haj. Baik dari segi penomboran mahupun pengesahan hadis. Apabila pengesahannya bersumber dari kitab-kitab karya Syaikh al-Albani, maka kami padankan penomborannya dengan kitab-kitab beliau yang kami miliki.
  3. Hadis-hadis yang pengesahannya tidak tercantum dalam kitab tersebut, kami rujukkan kepada kitab aslinya yang disertai dengan pengesahan hadis dari ahli hadis terkemuka. Sebagaicontoh, hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang pengesahannya tidak terdapat dalam kitab-kitab syaikh al-Albani, kami rujukkan kepada kitab Musnad al-Imam Ahmadbin Hanbal yang ditakhrij oleh Syaikh Syu’aib al-Arna-uth.
  4. Adapun atsar (riwayat selain hadis Nabi), maka kami tidak mentakhrijnya, kami biarkan sebagaimana kitab aslinya (al-Mishbaahul Muniir). Meskipun demikian, jika di dalamkitab aslinya tidak terdapat keterangan tentang sumber atsar tersebut, maka kami berusaha sedapat mungkin untuk mencantumkan keterangan tersebut dari kitab lain. Namun seperti telah disebutkan di atas, atsar-atsar tersebut tidak kami takhrij, melainkan kami biarkan apa adanya. Hal ini disebabkan beberapa hal, antara lain:
  • Atsar-atsar tersebut ditulis/diriwayakan oleh ahli-ahli hadis terkemuka seperti Ibnu Abi Hatim dan yang lainnya, yang sudah sangat kita kenal keilmuannya.
  • Apabila takhrij setiap atsar kami cantumkan, maka dikhuwatiri akan mempertebal halaman buku ini.
  • Kami percaya penuh kepada tim penyusun kitab al-Mish-baah ul-Muniir dalam komitmennya untuk menampilkanriwayat-riwayat yang maqbul.

Dalam melakukan takhrij hadis yang diletakkan dalam foot-note, kami sengaja mengawali keterangannya dengan menyebutkan darjat hadis, seperti shahih, hasan atau dha’if, dengan huruf tebal, untuk memudahkan pembaca agar dapat langsung mengetahui derajat hadis tersebut. Adapun jika hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari atau Imam Muslim atau diriwayatkan oleh sekelompok perawi hadis di mana Bukhari dan Muslim ada di dalamnya, maka kami tidak mencantumkan derajat hadis tersebur, kerana ulama-ulama Ahlus Sunnah telah sepakat atas keshahihannya.

Untuk memudahkan pembaca dalam mencari hadis dari sumbernya, maka setiap hadis kami cantumkan dengan nombornya. Penomboran tersebut disesuaikan dengan kitab-kitab hadis yang kami miliki. Adapun perinciannya sebagai berikut:

a. Al-Bukhari berdasarkan penomboran kitab Fathul Baari.

b. Muslim berdasarkan penomboran Muhammad Fu-ad’Ab-dul Baqi.

c. Abu Dawud berdasarkan penomboran Muhammad Fu-ad’Abdul Baqi.

d. At-Tirmidzi berdasarkan penomboran Muhammad Fu-ad’Abdul Baqi.

e. An-Nasaa-i berdasarkan penomboran’Abdul Fattah Abu Ghuddah.

f. Ibnu Majah berdasarkan penomboran Muhammad Fu-ad’Abdul Baqi.

g. Mengenai riwayat Imam Ahmad, perlu diketahui bahwatim penyusun kitab asli mencantumkan penomboran berdasarkan cetakan al-Maimaniyahah, sebelum ditakhrij oleh Syaikh Syu’aib al-Arna uth beserta lainnya. Oleh kerana itu, untuk kesempurnaannya, kami menambahkan penomboran yang baru berdasarkan Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal yang telah ditahqiq dan ditakhrij oleh beliau (Syaikh al-Arna’uth) berserta timnya yang dicetak oleh Mu-assasah ar-Risalah, Beirut.

h. Jika sumber pengesahan sebuah hadis (baik shahih maupundha’if) terdapat dalam banyak kitab-kitab karya Syaikh al-Albani, maka kami cukupkan dengan mencantumkan satu sumber saja.

Kami berusaha menerjemahkan kitab yang penuh manfaat ini sebaik-baiknya agar mudah difahami oleh para pembaca, sehingga kami berupaya untuk memperjelas istilah, juga nama-nama tempat yang mungkin akan sulit difahami oleh sebahagian pembaca. Khusus dalam penerjemahan hadis-hadis Nabi, kami selalu menerjemahkannya dengan bantuan kitab-kitab syarah (penjelasnya) pada masing-masing kitab hadis.

Kami pun menambahkan sub-sub judul yang kami anggap perlu untuk lebih memperjelas tema-tema yang sedang dibahas, serta memudahkan pencarian tema tersebut dari daftar isi.

Inilah persembahan kami, semoga kehadirannya membawa manfaat yang sangat besar bagi kaum muslimin di tanah air secara umum dan menjadi tambahan referensi yang berharga bagi kalangan penuntut ilmu. Akhirnya, kepada Allah semata kami bersyukur atas terbitnya buku ini, semoga upaya kami ini menjadi amal shalih yang diridhai-Nya.

Selawat serta salam semoga sentiasa dilimpah curahkan kepaada Rasulullah, keluarga dan para Sahabatnya. Amin.

Bogor,

Pebruari 2009 M.

Rabi’ul Awwal 1,429 H.

Penerbit:PT. PUSTAKA IBNUKATSIR

Harga Jualan : RM 800.00

Diskaun 10%

Harga Selepas Diskaun : RM 720.00

 Kos bungkusan dan penghantaran : PERCUMA untuk Semenanjung Malaysia

Untuk maklumat detil tulis emel kepada kami di riduankhairi.enterprise@gmail.com

Tagged: ,

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sahih Tafsir Ibnu Katsir, Pengantar Penerbit at Kitab Tafsir Muktabar.

meta

%d bloggers like this: